LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN —Puskesmas Sepinggan terus berupaya menekan angka stunting di wilayah kerjanya melalui berbagai program kolaboratif yang melibatkan unsur masyarakat dan aparat setempat. Salah satu inisiatif unggulan yang dijalankan adalah program “Jumat Berkah”, kegiatan berbagi telur untuk balita berisiko stunting yang digelar secara rutin setiap minggu.
Plt. Kepala Puskesmas Sepinggan, dr. Linda Ramayeti, menjelaskan bahwa angka stunting di wilayah Sepinggan masih tergolong tinggi dibandingkan beberapa daerah lain. Namun, berbagai langkah telah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, mulai dari peningkatan peran posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga sinergi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas.
“Usaha kita sudah maksimal dengan kerja sama berbagai pihak, termasuk Babinsa, untuk meningkatkan posyandu dan pemberian PMT. Mudah-mudahan di tahun ini upaya tersebut bisa menekan angka stunting di wilayah kami,” ujar dr. Linda, Rabu (12/11/2025).
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kegiatan Jumat Berkah menjadi salah satu bentuk kepedulian internal pegawai Puskesmas Sepinggan. Dalam program ini, para karyawan menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk membeli telur, kemudian membagikannya kepada keluarga balita stunting dan anak dengan gizi kurang.
“Setiap hari Jumat, kami mengadakan Jumat Berkah. Telur dikumpulkan dari karyawan, lalu dibagikan kepada anak-anak stunting yang kekurangan gizi. Ini kegiatan rutin dan kami lakukan dengan semangat gotong royong,” tambahnya.
Selain fokus pada penanganan stunting, Puskesmas Sepinggan juga terus memperluas akses layanan kesehatan melalui layanan JKN Mobile, yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat. Program ini tidak hanya untuk peserta JKN tertentu, melainkan dapat digunakan oleh semua warga yang membutuhkan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Melalui berbagai inisiatif ini, Puskesmas Sepinggan berharap masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan kesehatan di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa menurunkan angka stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat,” tutup dr. Linda Ramayeti.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















