LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Kepala Bidang Prestasi Olahraga (Binpres) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, melihat peluang besar bagi pencak silat Kalimantan Timur (Kaltim) di ajang PON 2028 mendatang di NTB/NTT.
Rasman menyatakan, potensi atlet pencak silat Kaltim dapat dimaksimalkan melalui pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan.
“Saya melihat potensi di beberapa kelas sangat besar. Kita harus melakukan pembinaan yang terpadu dan berkesinambungan,” ujar Rasman belum lama ini.
Rasman menambahkan bahwa beberapa atlet muda memiliki bakat luar biasa, dan dengan konsistensi latihan, mereka berpeluang bersaing di level nasional maupun internasional. Oleh karena itu, ia meminta agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim memberikan pembinaan intensif, tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga strategi, psikologis, dan pengetahuan teknis lainnya.
“Kita masih punya waktu empat tahun, dan jika pembinaan dimulai sekarang, saya yakin para atlet bisa mencapai hasil maksimal di PON mendatang,” lanjutnya.
Rasman juga mengungkapkan bahwa kejuaraan pencak silat yang baru-baru ini diadakan berhasil menemukan bakat-bakat baru. Para atlet muda yang menunjukkan potensi tersebut akan dipersiapkan untuk mengikuti Pra-Popnas pada November 2024 di Kendari, yang juga menjadi ajang pembinaan dan regenerasi atlet.
“Regenerasi sangat penting, jika tidak, kita akan kesulitan di masa depan. Pra-Popnas ini jadi momen penting untuk mencari lapisan pelapis atlet-atlet senior,” kata Rasman.
Ia juga mengingatkan bahwa pada PON XXI/2024 lalu, ada beberapa atlet yang mengalami cedera, yang membuat peluang emas hilang. Meskipun demikian, pencapaian luar biasa tetap diraih oleh Iqbal dan Dinda, yang membawa pulang medali emas bagi Kaltim.(*/ADV/dispora Kaltim/anr)















