LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Mental tanding atlet, masih menjadi hal yang paling penting dalam setiap perhelatan event olahraga.
Namun, selama ini dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), semua atlet sudah difasilitasi dengan psikolog dan motivator.
Keberadaan keduanya diharapkan bisa membantu mengurangi stres dan meningkatkan mental tanding dan juara di arena.
Berdasarkan evaluasi dari pelatih, Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Ego Arifin, bahwa mental tanding ini menjadi penyebab banyaknya perolehan medali perak.
“Mendominasi mental atlet masih dibawah, contoh mereka berhadapan dengan atlet nasional, langsung goyang. Misal sudah di final baru ketemu pelatnas, jadi kalah karena mentalnya sudah jatuh,” kata Ego, belum lama ini.
Sama halnya dengan ketika atlet Kaltim berhadapan dengan dua tuan rumah, yakni Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
“Artinya dengan mentalnya yang turun, kepercayaan dirinya juga turun. Mereka belum bisa mengendalikan emosional mereka,” jelasnya.
Kemudian, masalah mental itu berdampak kepada penampilan. Salah satunya ketika sudah berhasil mengalahkan semua peserta dari daerah lain, sayangnya saat final bertemu atlet nasional.
“Di kita banyak yang sampai ke final, iya itu langsung berkata aduh bertemu pelatnas, atau mereka kan banyak yang baru, mentalnya belum terbuat disitu,” tegasnya.
Dari sini, memang selama evaluasi seluruh cabor yang bertanding di PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut, hampir semua pelatih juga mengungkapkan hal yang sama.
Akan tetapi, dia meminta pelatih agar bisa introspeksi diri dalam internal cabor, baik bagi atlet, pelatih maupun kepengurusan cabor.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading meminta cabor agar bisa lebih selektif pada atlet.
Apalagi masalah mental ini harusnya bisa diantisipasi jauh-jauh hari.
“Perak kita ini banyak dan membuktikan bahwa sebetulnya kita itu mampu, hanya saja memang untuk mental ini seharunya bisa diantisipasi sebelumnya oleh pelatih,” pungkasnya.(*/ADV/Dispora Kaltim/anr)















