LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Pelatih sepatu roda Kalimantan Timur (Kaltim), Romiansyah ungkap hanya bisa bawa pulang dua perunggu dari PON XXI/2024 Aceh dan Sumut.
“Kendalanya dalah karena kita memakai lapangan orang, kita menyewa lapangan orang, jadi ada sedikit kendala di waktu lah,” kata Romi, belum lama ini.
Di mana, idealnya sepatu roda latihan 4 jam sehari atau seharian, namun karena sewa lapangan sehingga menjadi kendala.
“Namanya kita ditempat orang, jadi kita dari jam 9-12 siang saja latihannya. Jadi sehari kita cuma kurang lebih 3 jam, itu kurang,” jelasnya.
Sepatu roda selama sebulan terakhir memang memusatkan latihan di DKI Jakarta untuk menyesuaikan dengan venue tanding di Kabupaten Pidie, Aceh.
“Kalau DKI Jakarta kan dia bisa full seharian main. Dia masuk langsung, dari jam 1 sampai malam dia latihan,” tuturnya.
“Sedangkan kita hanya bisa memakai beberapa jam saja, arena hampir-hampir mirip lah dengan venue tanding di Pidie,” lanjutnya.
Dari situ dia sudah bisa melihat kekuatan DKI Jakarta saat berlatih, lebih-lebih saat sama-sama berlaga di PON lalu.
“Kurang lebih kalau di Jakarta dan lapangannya indoor, kalau di Pidie outdoor,” jelasnya.
Diketahui saat bertanding di PON, ada dua atlet sepatu roda mengalami cedera. Cederanya terjadi saat berlatih di DKI Jakarta.
“Dua atlet yang cedera, Evan dan Iqbal. Dia cedera otot, jadi kalau misalnya harus difisiotherapy, padahal sudah minta pada tim kesehatan, harus ada pendamping buat sepatu roda, tidak ada yang datang,” imbuhnya.(*/ADV/anr/wan)















