LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya akses jalur evakuasi dan kendaraan darurat kembali menjadi sorotan setelah sebuah mobil pemadam kebakaran (Damkar) harus mendorong kendaraan pribadi yang menghalangi laju saat menuju lokasi kebakaran di kawasan Gang Tirta Sari, RT 53, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Minggu malam (14/7/2025).
Insiden yang terekam video dan viral di media sosial tersebut menunjukkan bagaimana laju mobil Damkar terganggu oleh kendaraan yang diduga tidak segera menepi meskipun sirene telah dinyalakan. Padahal, peraturan lalu lintas menyatakan bahwa mobil pemadam termasuk dalam kendaraan prioritas yang harus diberikan jalan saat bertugas dalam kondisi darurat.
Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali, menegaskan pentingnya edukasi publik mengenai prosedur keselamatan dalam kondisi bencana, termasuk kebakaran. Menurutnya, hambatan di jalan seringkali memperlambat respon petugas, yang pada akhirnya berdampak pada perluasan api di lokasi kejadian.
“Mobil Damkar itu kendaraan prioritas. Dalam video yang beredar, kendaraan pribadi tidak segera menepi meski kondisi di depannya kosong. Pengemudinya diduga bingung dan akhirnya terjadi dorongan dari mobil Damkar. Ini harus jadi pembelajaran,” jelas Usman.
Ia menyayangkan bahwa dalam banyak kasus, masyarakat masih menganggap kebakaran sebagai tontonan alih-alih bencana yang harus direspons cepat. Bahkan, kerumunan warga serta parkir sembarangan kerap memperparah situasi.
“Petugas Damkar bekerja dalam tekanan waktu dan keterbatasan visual, terutama saat malam hari. Apalagi kawasan yang terbakar padat dan mayoritas bangunan dari kayu. Setiap detik sangat menentukan,” tambahnya.
Usman juga menyinggung bahwa tanggung jawab tidak hanya ada pada masyarakat, tetapi juga pada pihaknya. Ia menegaskan bahwa pengemudi Damkar tetap diingatkan untuk berhati-hati dan tidak arogan meskipun sedang dalam tugas darurat.
“Damkar bukan kendaraan kebal hukum. Kami selalu ingatkan sopir untuk tetap mengutamakan keselamatan di jalan. Namun, masyarakat juga harus paham betapa pentingnya memberi akses cepat,” katanya.
Mengenai kendaraan pribadi yang terdorong, Usman berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan menjadi refleksi bagi semua pihak.
“Kita semua perlu saling memahami. Situasi darurat butuh pengertian bersama. Harapan kami, kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar akses jalan untuk kendaraan darurat tidak lagi terhambat,” tutupnya.(*/ADV/Diskominfo Balikpapan/ko)















