LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pendidikan anak usia dini kembali menjadi sorotan penting dalam upaya mencetak Generasi Emas Indonesia 2045. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Sufyan Jupri S.H, saat menghadiri sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun yang digelar Pokja Bunda PAUD Kecamatan Balikpapan Timur, Sabtu (2/8/2025).
Mengusung tema “Langkah Awal Menuju Generasi Emas Dimulai dari PAUD”, kegiatan di aula Kecamatan Balikpapan Timur itu dihadiri penggerak PAUD, orang tua, serta perwakilan lembaga pendidikan anak usia dini.
Dalam sambutannya, Sufyan Jupri yang juga mewakili Ketua DPRD Balikpapan menekankan bahwa program Wajib Belajar 13 Tahun bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi penerus.
“Pendidikan usia dini adalah fondasi. Jika pondasinya kokoh, maka bangunan masa depan bangsa akan kuat. Karena itu, kami di DPRD, khususnya Komisi IV, sangat mendukung langkah Bunda PAUD dalam mengawal pendidikan sejak dini,” ujar Sufyan.
Ia juga menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah, DPRD, tenaga pendidik, dan masyarakat. Menurutnya, kesuksesan program wajib belajar sangat ditentukan oleh kesadaran bersama untuk menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.
“Tidak hanya soal infrastruktur atau kurikulum, tapi juga soal komitmen kita semua, dari orang tua hingga pengambil kebijakan, untuk menempatkan pendidikan anak sebagai prioritas utama,” tegasnya.
DPRD Balikpapan, lanjutnya, berkomitmen mendorong kebijakan anggaran dan pengawasan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan. Dukungan itu mencakup pelatihan guru PAUD, penyediaan sarana belajar, hingga akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak di Balikpapan.
Melalui sosialisasi ini, Sufyan mengingatkan bahwa cita-cita membangun Generasi Emas Indonesia 2045 tidak bisa ditunda. “Kuncinya ada di PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*/ADV/DPRDBalikpapan/ko)















