BALIKPAPAN, lintasraya.com – Jelang Lebaran Idul fitri yang kurang sepekan lagi, Keluarga besar Asosiasi Maritim Balikpapan pererat silaturahmi dengan melakukan bakti sosial di hotel Novotel, Senin (25/4/2022).
Dalam bakti sosis tersebut dilakukan pemberian santunan kepada beberapa panti asuhan dilanjutkan makan bersama. Adapun yang tergabung dalam asosiasi maritim Balikpapan ini yakni Indonesian Nasional Shipowners Association (INSA) Balikpapan, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Balikpapan, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Balikpapan, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics Forwarders Association (ALFI/ILFA) Balikpapan dan Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Balikpapan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan M Takwim Masuku, wali kota Balikpapan sekaligus ketua INSA Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Genderal Manager (GM) PT Pelindo IV Balikpapan H Iwan Sjarifuddin, unsur Forkopimda dan seluruh perwakilan pengurus asosiasi bersama maritim Balikpapan.
Dalam sambutannya Rahmad Mas’ud mengaku, bisa menjadi wakil dan wali kota Balikpapan saat ini berkat hasil dari Pelabuhan dibidang maritim. Saat dirinya masih sebagai pengusaha.
“Jadi dihadapan petinggi di jajaran pelabuhan dan maritim saja tidak bisa sombong. Karena mereka tahu asal usul saya,” jelasnya.
Di momen silaturahmi ini juga Rahmad mengatakan, seiring melandainya pandemi diharapkan mampu meningkatkan kembali gairah perekonomian di Balikpapan khususnya Melalui sektor kemaritiman. Mengingat letak geografis Balikpapan sangat strategis dibidang kelautan ini, memiliki potensi yang besar. Ditambah ditetapkannya Ibu Kota Negara (IKN) nusantara di Kalimantan Timur, tepatnya di kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang bersebelahan dengan Balikpapan. Diharapkan menjadi peran penting pengusaha maritim sebagai peluang bisnis untuk pengingatan ekonomi.
“Saya yakin para pengusaha di Balikpapan pandai akan melihat peluang besar ini,” tambahnya.
Dirinya pun mengakui, menjadi wali kota hanya sekadar hobi. Tapi lebih suka menjadi pengusaha dan bersinergi dengan pemerintah untuk mengatur regulasi-regulasi sehingga pengusaha lokal jangan sampai menjadi penonton di rumah sendiri.
“Wali kota ini sebagai hobi saja. Saya lebih suka menjadi pengusaha,” candanya.
Selain itu, Rahmad juga berpesan kepada seluruh warga Balikpapan, khususnya para pengusaha yang tergabung di asosiasi kemaritiman agar siap sejak dini. Menghadapi tantangan dan persaingan jelang IKN. Termasuk pelabuhan-pelabuhan yang akan muncul nantinya termasuk jasa-jasa lainnya.
“Pelindo nanti jangan alergi jika ada pelabuhan baru. Karena kita tidak mungkin bisa kalau sendiri. Artinya kita harus bersinergi,” jelasnya.
“Kita harus bersatu dan gotong royong untuk membangun kota Balikpapan yang seksi sejak adanya IKN,” harpanya.
Kepala KSOP Balikpapan Takwim Masuku mengatakan, sangat bersyukur di momen silaturahmi ini dapat berkumpul bersama. Karena jarang sekali seluruh asosiasi bisa duduk bersama seperti ini.
“Saya sangat salut dengan asosiasi di Balikpapan. Karena sudah 8 pelabuhan saya kelilingi satu-satunya asosiasi yang mempunyai sekretariat bersama hanya di Balikpapan,” jelasnya.
Dirinya menyebut, Selaku pemerintah di pelabuhan, asosiasi adalah mitra yang sangat membantu dalam segala hal. Utamanya Komunikasi dan koordinasi yang dapat dilakukan melalui satu wadah. Yaitu melalui Sekber ini.
“Jadi tidak repot mengumpulkan dari masing-masing asosiasi. Cukup ke Sekber sudah ketemu semua. Sekali lagi kami mengapresiasi kepada asosiasi dan pengurus telah menjadi mitra di pelabuhan,” jelasnya.
Dirinya juga menginformasikan bahwa di Balikpapan telah dibentuk forum komunitas maritim Balikpapan. Yang telah di formal kan dan segera disusun kepengurusannya.
“Kami meminta ijin kepada pak wali kota. Ketua forum komunitas maritim dari angkatan laut yaitu Danlanal Balikpapan,” pungkasnya.(*/wan)















