LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mendesak kontraktor segera memperbaiki kerusakan siring atau dinding penahan tanah di lingkungan SDN 022 Balikpapan Timur tanpa harus menunggu hingga masa pemeliharaan proyek berakhir pada Desember 2026.
Desakan tersebut disampaikan Gasali saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke SDN 022 Balikpapan Timur, Selasa (14/7/2026), menyusul ditemukannya retakan pada siring yang berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.
Menurut Gasali, meski secara kontrak proyek masih berada dalam masa pemeliharaan, keselamatan siswa dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas utama sehingga perbaikan harus dipercepat.
“Kontraktor masih memiliki tanggung jawab karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan. Kami mendesak agar segera diselesaikan, jangan sampai menunggu Desember. Kalau bisa sebulan ke depan sudah rampung sehingga tidak ada risiko yang membahayakan anak-anak,” tegasnya.
Ia menegaskan, sekolah tersebut sudah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dengan lebih dari 100 siswa. Karena itu, DPRD tidak ingin muncul kejadian yang tidak diinginkan akibat kerusakan infrastruktur.
“Kita harus menghindari hal-hal yang tidak kita harapkan. Yang beraktivitas di sini adalah anak-anak usia sekolah dasar, sehingga aspek keselamatan harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.
Dalam sidak tersebut, pihak kontraktor disebut telah menyampaikan komitmen untuk menyerahkan jadwal pekerjaan serta laporan perkembangan perbaikan setiap bulan hingga masa pemeliharaan berakhir. Namun, Komisi IV meminta pekerjaan diprioritaskan lebih cepat dibanding target kontrak.
“Setiap bulan mereka akan menyampaikan progres. Tapi penekanan kami jelas, jangan menunggu akhir masa pemeliharaan. Semakin cepat selesai tentu semakin baik,” kata Gasali.
Selain persoalan siring, Komisi IV juga menyoroti akses menuju SDN 022 Balikpapan Timur yang masih belum sepenuhnya layak. Sekitar 700 meter jalan menuju sekolah masih berupa jalan tanah yang berlumpur ketika hujan.
Gasali mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah melalui usulan dari RT setempat agar peningkatan jalan menuju sekolah segera direalisasikan.
“Akses menuju sekolah ini juga perlu menjadi perhatian. Masih ada sekitar 700 meter jalan yang kondisinya belum layak. Kami akan mendorong agar segera ditingkatkan karena ini merupakan akses menuju fasilitas pendidikan,” ujarnya.
Meski terdapat sejumlah catatan, Gasali mengapresiasi kualitas bangunan sekolah baru tersebut. Menurutnya, secara umum fasilitas yang tersedia sudah memadai dan memberikan kenyamanan bagi proses belajar mengajar.
“Kalau melihat kondisi sekolah secara umum, bangunannya sangat baik, representatif dan layak dimanfaatkan. Tinggal bagaimana pengawasan dan perawatan ke depan benar-benar dijaga,” katanya.
Ia juga mengingatkan kepala sekolah bersama Dinas terkait agar menjaga aset yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Berdasarkan informasi yang diperoleh saat sidak, pembangunan SDN 022 Balikpapan Timur memiliki nilai proyek sekitar Rp22 miliar, meski nilai kontrak final mengikuti hasil proses negosiasi dan administrasi di dinas teknis.
Komisi IV DPRD Balikpapan memastikan akan terus mengawasi proses perbaikan siring hingga benar-benar selesai dan aman digunakan, mengingat keselamatan ratusan siswa menjadi prioritas utama.(*/ADV/DPRD Balikpapan/san)















