LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Simon Sulean, menegaskan komitmennya mengawal berbagai aspirasi masyarakat Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, mulai dari persoalan layanan air bersih, pembangunan infrastruktur, hingga aturan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Komitmen tersebut disampaikan saat menggelar reses di Kelurahan Sungai Nangka, Jumat (3/7/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri warga RT 01, RT 03, RT 04, dan RT 07, serta perwakilan Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dan pihak Kelurahan Sungai Nangka.
Dalam sambutannya, Simon menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena sejumlah usulan pembangunan belum dapat direalisasikan tahun ini. Menurutnya, kemampuan keuangan daerah masih terdampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Kami memahami masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terealisasi. Kondisi anggaran daerah saat ini memang terdampak efisiensi dari pusat,” ujarnya.
Persoalan yang paling banyak disampaikan warga dalam reses tersebut adalah layanan air bersih. Ketua RT 01 Sungai Nangka, Ali, meminta PTMB segera mengevaluasi jaringan distribusi karena pasokan air dinilai lebih sering terhenti daripada mengalir.
Keluhan juga disampaikan warga bernama Daud yang mempertanyakan besaran tagihan air. Menurutnya, meski air tidak mengalir selama beberapa bulan, nilai pembayaran yang diterima tetap seperti biasa.
Sementara itu, Rosita, warga RT 03, meminta percepatan realisasi sambungan baru air bersih dan berharap PTMB lebih aktif menyampaikan informasi kepada pelanggan ketika terjadi gangguan distribusi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, perwakilan PTMB, Nadira, menjelaskan bahwa laporan mengenai lonjakan tagihan air telah ditindaklanjuti. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat sejumlah meter air pelanggan yang mengalami kerusakan sehingga memengaruhi pencatatan pemakaian.
Ia juga mengungkapkan masih terdapat kendala dalam perluasan layanan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama akibat keterbatasan jaringan distribusi dan masih adanya praktik pencurian air.
Selain layanan air bersih, warga mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai antisipasi musim kemarau, pemasangan kamera pengawas (CCTV) di lingkungan permukiman, serta menyampaikan keberatan terhadap ketentuan SPMB jalur anak guru pada jenjang SMP.
Menanggapi persoalan tersebut, Simon mengatakan telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, jalur anak guru hanya berlaku di sekolah tempat orang tua bertugas sehingga tidak dapat digunakan untuk mendaftar di sekolah lain.
Terkait usulan pembangunan sumur bor, Simon meminta masyarakat menyusun proposal melalui kelurahan agar dapat diusulkan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan.
Ia juga menyampaikan bahwa PTMB telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kekeringan akibat musim kemarau atau El Nino, yakni dengan mengerahkan mobil tangki air ke wilayah yang membutuhkan.
“Silakan masyarakat berkoordinasi dengan PTMB apabila membutuhkan bantuan distribusi air menggunakan mobil tangki. Semua aspirasi yang disampaikan dalam reses ini akan kami kawal sesuai kewenangan yang ada,” pungkas Simon.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















