LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Selatan, Laisa Hamisah, menegaskan komitmennya mengawal berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait penyediaan air bersih dan pembangunan infrastruktur dasar di Kelurahan Sungai Nangka.
Komitmen tersebut disampaikan saat menggelar reses di RT 39, Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan itu dihadiri perwakilan Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta Lurah Sungai Nangka.
Dalam dialog bersama warga dan para ketua RT, persoalan air bersih menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan. Warga RT 20 dan RT 39 mengaku hingga kini masih kesulitan memperoleh layanan air bersih karena kawasan mereka belum terjangkau jaringan pipa induk.
Laisa mengatakan kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, mengingat masyarakat di wilayah tersebut telah menunggu puluhan tahun untuk mendapatkan akses air bersih yang memadai.
“Sudah puluhan tahun masyarakat di sini belum menikmati layanan air bersih. Padahal wilayah di sekitarnya sudah terlayani. Kendalanya memang belum ada pipa induk dan membutuhkan anggaran yang cukup besar,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Laisa mendukung pengadaan tandon air yang dapat dimanfaatkan warga sambil menunggu pembangunan jaringan perpipaan.
Menurutnya, masyarakat melalui ketua RT dapat mengajukan permohonan kepada PTMB agar bantuan tandon beserta distribusi air menggunakan mobil tangki dapat direalisasikan.
“Kalau lahannya tersedia, silakan ajukan surat permohonan. Nanti kita upayakan bantuan dua unit tandon sebagai solusi sementara sambil memperjuangkan jaringan perpipaan,” katanya.
Selain persoalan air bersih, warga juga mengusulkan peningkatan jalan lingkungan sepanjang sekitar 310 meter yang dinilai menjadi akses utama masyarakat. Ketua RT 39, Alauddin Kamali, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah tidak layak dan perlu segera mendapat penanganan.
Menurut Alauddin, kebutuhan lain yang tidak kalah penting adalah bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Dari sekitar 80 rumah yang ada di wilayahnya, diperkirakan hampir separuh membutuhkan perbaikan. Saat ini, sebanyak 11 rumah telah disiapkan untuk diusulkan karena telah memenuhi persyaratan administrasi.
Warga juga meminta penambahan penerangan jalan umum (PJU) serta penanganan persoalan sanitasi, termasuk kondisi septic tank komunal di RT 20 yang telah berusia sekitar 12 tahun dan mulai mengalami kerusakan.
Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Laisa memastikan akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait agar setiap usulan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara masyarakat, ketua RT, dan wakil rakyat agar berbagai kebutuhan pembangunan dapat diperjuangkan secara maksimal.
“Semua aspirasi akan saya perjuangkan. Yang penting masyarakat dan ketua RT terus membangun komunikasi sehingga setiap kebutuhan bisa kita kawal bersama,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan)














