LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Persoalan minimnya penerangan jalan umum (PJU), keterbatasan tempat sampah, hingga banjir menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga saat Anggota DPRD Kota Balikpapan Dapil Balikpapan Timur, Suriani, menggelar reses di RT 17, Kelurahan Manggar Baru, Jumat (3/7/2026).
Selain menyerap berbagai keluhan masyarakat terkait infrastruktur lingkungan, Suriani juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memberikan sosialisasi mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Program Indonesia Pintar (PIP), hingga peluang beasiswa pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Suriani menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB kini menggunakan sistem yang mengacu pada beberapa jalur penerimaan, yakni domisili, afirmasi bagi keluarga kurang mampu, prestasi, dan perpindahan orang tua. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala akibat ketidaksesuaian data administrasi kependudukan.
“Permasalahan yang sering terjadi adalah data domisili yang belum diperbarui sehingga tidak sesuai dengan tempat tinggal saat ini. Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar kendala tersebut dapat segera diatasi,” ujar Suriani.
Ia mengimbau para orang tua memastikan data pada Kartu Keluarga dan dokumen kependudukan telah sesuai sebelum mendaftarkan anak ke sekolah agar tidak terkendala sistem.
Suriani juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pungutan yang mengatasnamakan sekolah. Menurutnya, Pemerintah Kota Balikpapan tetap memberikan bantuan seragam sekolah sehingga orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya di luar ketentuan.
“Kalau ada pungutan atau penjualan seragam dengan harga yang tidak wajar, silakan laporkan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.
Tak hanya itu, Suriani turut mengajak masyarakat memanfaatkan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut harus diajukan setiap tahun dengan data yang benar dan lengkap agar tidak gugur karena kesalahan administrasi.
Selain PIP, ia juga mendorong para orang tua memanfaatkan program bantuan pendidikan hingga perguruan tinggi yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga RT 17, Suratno, mengungkapkan masih banyak persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Ia menyebut penerangan jalan umum di wilayahnya masih minim sehingga perlu dilakukan penambahan di sejumlah titik.
“Kami berharap ada penambahan PJU karena masih banyak titik yang gelap. Selain itu, kami juga membutuhkan tambahan tempat sampah. Di lingkungan kami yang terdiri dari beberapa RT, fasilitas tempat sampah masih sangat terbatas,” kata Suratno.
Ia juga menyoroti persoalan banjir yang hingga kini masih terjadi saat hujan deras. Menurutnya, sistem drainase di kawasan tersebut belum mampu mengatasi genangan air secara maksimal.
“Masalah banjir di lingkungan kami juga belum benar-benar teratasi. Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi sehingga persoalan ini tidak terus berulang setiap musim hujan,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Suriani menegaskan seluruh usulan warga akan diperjuangkan melalui mekanisme resmi di DPRD Kota Balikpapan. Menurutnya, persoalan PJU, pengelolaan sampah, dan penanganan banjir merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian pemerintah.
“Reses merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Seluruh aspirasi akan kami kawal dan kami koordinasikan dengan OPD terkait agar dapat direalisasikan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran,” tutup Suriani.(*/ADV/DPRD Balikpapan)














