LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Hari pertama masuk sekolah pada Tahun Ajaran 2026/2027 di SDN 022 Balikpapan Timur diwarnai kekhawatiran. Siring atau dinding penahan tanah di lingkungan sekolah yang berada di Perumahan Bukit Batakan Permai 3, Kelurahan Manggar, dilaporkan mengalami retak cukup parah sehingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.
Kerusakan tersebut menjadi perhatian karena siring berfungsi menahan pergerakan tanah sekaligus menjaga kestabilan area bangunan sekolah. Apabila tidak segera ditangani, retakan dikhawatirkan semakin melebar dan meningkatkan risiko longsor yang dapat mengancam aktivitas belajar mengajar.
Ironisnya, kondisi itu terjadi ketika para siswa baru tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama masuk sekolah, senin (13/7/2026).
Menanggapi informasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, mengaku baru mengetahui kondisi terkini SDN 022 Balikpapan Timur. Ia mengapresiasi peran media yang menyampaikan informasi sehingga persoalan tersebut dapat segera mendapat perhatian.
“Terima kasih atas informasinya. Semua proyek yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memang dapat diawasi oleh siapa saja, termasuk masyarakat. Pengawasan publik sangat penting agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan,” ujar Taqwa di Kantor DPRD Kota Balikpapan.
Setelah melihat dokumentasi kerusakan, Taqwa mengaku prihatin. Menurutnya, sekolah sebagai fasilitas publik harus menjamin keamanan dan kenyamanan peserta didik sejak hari pertama digunakan.
“Ini sangat miris. Bangunan sekolah seharusnya sudah siap digunakan ketika anak-anak mulai masuk sekolah. Sarana dan prasarana harus memenuhi standar keamanan karena sekolah adalah tempat belajar yang harus memberikan rasa nyaman dan aman bagi anak-anak,” tegasnya.
Politikus Partai Gerindra itu memastikan DPRD akan membawa persoalan tersebut ke Komisi IV DPRD Kota Balikpapan untuk dilakukan peninjauan langsung. Selain mengecek kondisi di lapangan, DPRD juga akan mengevaluasi pengawasan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan sebagai pengguna anggaran.
“Kami akan turun ke lapangan bersama Komisi IV untuk melihat langsung kondisinya. Kami ingin mengetahui bagaimana pengawasan dari pengguna anggaran, terutama Dinas Pendidikan,” katanya.
Tak hanya itu, DPRD juga berencana memanggil kontraktor pelaksana proyek untuk meminta penjelasan terkait penyebab kerusakan. Menurut Taqwa, apabila pekerjaan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan, maka seluruh perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
“Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan karena menyangkut keamanan dan keselamatan. Kami juga akan memanggil kontraktor pelaksana. Jika bangunan ini masih dalam masa pemeliharaan, maka harus segera dilakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
DPRD berharap investigasi yang dilakukan dapat mengungkap penyebab retaknya siring sekaligus memastikan langkah perbaikan dilakukan secepat mungkin agar kegiatan belajar mengajar di SDN 022 Balikpapan Timur dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan tanpa mengancam keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.(*/san)














