LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Upaya menekan angka stunting di Balikpapan Barat tak hanya dilakukan melalui pemenuhan gizi, tetapi juga dimulai dari bagaimana keluarga memastikan makanan yang dikonsumsi aman dan sehat.
Hal itu menjadi fokus edukasi yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Balikpapan bersama Kecamatan Balikpapan Barat, Kamis (24/9/2026), di Aula Kecamatan Balikpapan Barat.
Kegiatan melalui komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tersebut mengangkat tema pencegahan stunting melalui penerapan keamanan pangan. Pesertanya didominasi masyarakat dan ibu-ibu PKK dari Kelurahan Margomulyo, Baru Ilir, Baru Ulu, Kariangau dan Margasari.
Kepala Balai POM Balikpapan Gerson Pararak mengatakan, pemahaman mengenai keamanan pangan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencegah stunting dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, stunting tidak sekadar persoalan tinggi atau berat badan anak. Kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi yang terjadi berulang.
Dampaknya pun dapat berlangsung dalam jangka panjang, mulai dari kemampuan belajar, perkembangan mental, produktivitas hingga kualitas sumber daya manusia.
“Karena itu, perubahan perilaku di lingkungan keluarga perlu diperkuat, termasuk dalam memastikan pangan yang dikonsumsi aman,” ujarnya.
Dalam edukasi tersebut, BPOM memperkenalkan lima kunci keamanan pangan yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Yakni menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan matang, memasak pangan dengan benar, menjaga pangan pada suhu yang aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.
Sementara itu, Camat Balikpapan Barat Erwin Dahri menyebut edukasi tersebut relevan dengan kondisi di wilayahnya. Menurut dia, masih terdapat sejumlah kawasan yang membutuhkan perhatian dalam penanganan stunting.
Erwin mengatakan, dari hasil penanganan sebelumnya terdapat peningkatan kasus di sejumlah kelurahan. Di antaranya Margasari dan Baru Tengah yang disebut mencapai hampir 10 persen.
Karena itu, ia mengajak masyarakat memperkuat pola hidup sehat, memastikan pemenuhan gizi keluarga serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Selain pola hidup sehat dan pemenuhan gizi, masyarakat juga perlu rutin memantau kondisi kesehatan dan melaporkannya ke puskesmas terdekat,” kata Erwin.
Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, BPOM dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada edukasi, tetapi dapat mendorong perubahan perilaku di tingkat keluarga. Dengan begitu, pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dari rumah, termasuk melalui makanan yang aman, bergizi dan diolah dengan benar.(*/ron)














