PENAJAM, lintasraya.com – Kaum perempuan didorong untuk lebih sadar terhadap politik. Khususnya di Penajam Paser Utara (PPU) masih terbilang rendah dari partisipasi kaum hawa.
Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati menyebutkan masih perlu berbagai upaya dalam peningkatan kesadaran politik. Apalagi melihat angka partisipasi kaum hawa dalam kancah politik dinilai masih jauh dari harapan.
“Meski undang-undang sudah mewajibkan 30 persen dalam pemilihan legislatif, faktanya, yang akhirnya duduk di kursi legislatif masih sangat minim,” ucap dia, Jumat, (13/5/2022).
Dia menuturkan sejatinya kaum hawa punya hak yang sama dengan kaum adam untuk terjun di kancah politik. Menurut dia, perlu banyak diadakan diskusi-diskusi terkait pemahaman politik secara luas.

“Masih banyak tantangan. Terutama datang dari keluarga, utamanya suami yang terkadang tak memberi jalan,” sebut Sujiati.
Lewat diskusi tersebut, pemerintah dapat menumbuhkan kesadaran perempuan agar bisa ambil peran dalam percaturan politik di PPU bahkan Kaltim.
“Ini kan bukan soal mudah. Dalam artian, waktu untuk keluarga bakal terbagi,” ujar dia.
Sujiati juga menyayangkan bahwa dalam memenuhi kebijakan itu, partisipasi perempuan seolah hanya dilibatkan untuk memenuhi persyaratan saja. “Jadi jangan hanya waktu pendaftaran saja kuota 30 persen dipenuhi. Tapi harus bisa sampai duduk di parlemen,” tutup dia. (*/ADV/wan)















