TANA TORAJA, lintasraya.com – Setelah sukses membuka rute Tana Toraja – Makassar, Kini Pemda Tana Toraja dan Wings Air kembali mengembangkan rute baru dengan tujuan Balikpapan.
Masih dengan konsep kerjasama yang sama. Yakni dengan memberikan Subsidi pada penerbangan perdana sebanyak 3 kali penerbangan. Setelah itu, penerbangan keempat dan seterusnya jika tingkat keterisian penumpang pada pesawat tercapai lebih dari 80 persen, dengan demikian subsidi tidak berlaku lagi.
Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group menyampaikan perkembangan terkini, sehubungan dengan upaya bersama dalam mendukung program pemerintah dalam memperkuat “simpul transportasi udara dan titik-titik ekonomi baru di Kabupaten Tana Toraja”.
Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, Bentuk kesuksesan pengembangan rute ini merupakan sinergitas dan peran aktif Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam memperlancar operasional dan pengembangan transportasi udara.
Sebab, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja berkontribusi dalam mempertahankan serta meningkatkan tingkat keterisian pesawat, salah satunya untuk kebutuhan perjalanan dinas serta pemerintah daerah turut memasarkan rute penerbangan guna mendongkrak tingkat keterisian penumpang (seat load factor).
Dijelaskan Danang, Pada tahap awal ini hanya 3 kali penerbangan, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja memberikan subsidi, setelah itu yakni penerbangan keempat dan seterusnya tingkat keterisisan penumpang sudah tercapai lebih dari 80 persen sehingga tidak ada pelaksanaan subsidi lagi.
“Untuk Wings Air menyediakan layanan dengan frekuensi terbang 4 kali dalam seminggu. Setiap Selasa, Rabu, Jumat dan Minggu. Tapi Kini, frekuensi terbang meningkat menjadi setiap hari,” jelasnya.
Dalam perkembangannya, layanan operasional disesuaikan dengan permintaan atau kebutuhan pasar. Pada tahap berikutnya, setelah sukses pengembangan rute Tana Toraja ke Makassar, kini Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Wings Air kembali melakukan kerjasama dengan konsep yang sama, bahwa akan membuka rute baru Tana Toraja – Balikpapan melalui Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Kalimantan Timur (PP).
Mendatang, konektivitas dari dan menuju salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan lebih luas. Wings Air mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dukungan dari Pemerintah Daerah yakni Kabupaten Tana Toraja dan pemerintah pusat (regulator) dalam hal ini kementerian Perhubungan serta pihak lain yang terakit dalam pelaksanaan penerbangan ini.
Wings Air juga berterima kasih kepada regulator, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara dan pihak terkait yang mendukung penuh operasional sehingga sejak inaugural flight dapat terlaksana secara baik sesuai standar operasional prosedur. sehingga memperlancar perjalanan udara setiap penumpang.
Harapan utama, operasional dan layanan penerbangan penumpang berjadwal domestik (regular flight) dari dan menuju Kabupaten Tana Toraja akan memberikan nilai lebih bagi masyarakat, wisatawan dan pebisnis, sehingga semakin Memperpendek jarak antar daerah. Berdampak positif terhadap kelancaran mobilitas masyarakat dan barang (lalu lintas logistik), Mempersingkat waktu perjalanan, Menawarkan pilihan koneksi lebih cepat ke destinasi baru, Menarik kunjungan pebisnis dan wisatawan ke Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Memacu pertumbuhan ekonomi daerah serta mengembangkan potensi bisnis, wisata, pendidikan, ekonomi kreatif – kearifan lokal.
Ketersediaan jadwal penerbangan yang tepat, Wings Air optimis dapat memberikan pilihan perjalanan menggunakan pesawat udara terutama bagi penumpang yang berasal dari Makale, Bittuang, Bonggakaradeng, Kurra, Makale Selatan, Makale Utara, Malimbong Balepe, Mappak, Masanda, Rano, Rantetayo, Rembon, Simbuang, Sangalla dan daerah di sekitarnya.
Berada di posisi strategis dan sebagai penghubung utama khususnya di Indonesia bagian Timur. Wings Air menyediakan pilihan penumpang dari Tana Toraja untuk koneksi penerbangan lebih banyak lagi dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin tujuan hampir keseluruh Indonesia. Seperti, Ambon, Saumlaki, Tual, Balikpapan, Samarinda, Berau, Palangkaraya, Pontianak, Ketapang, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Denpasar, Gorontalo, Jayapura, Kendari, Merauke, Palu, Sorong, Manokwari, Ternate, Manado, Lombok, Tarakan, Yogyakarta Kulonprogo, Tanjung Karang- Lampung, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Jambi, Padang, Pekanbaru, Batam, Tanjung Pinang, Medan, Silangit, Gunung Sitoli, Meulaboh, Banda Aceh. Selain itu, penumpang berkesempatan bisa melanjutkan kota favorit, seperti Batulicin, Bau-Bau, Bima, Luwuk, Mamuju, Poso, Raha, Selayar, Wangi- Wangi, Kupang, Alor, Maumere, Tambolaka, Waingapu, Rote dan kota lainnya.
Pesawat ATR 72 Menjangkau Hingga Setingkat Kecamatan dan Kabupaten.
Wings Air mengoperasikan armada tipe ATR 72-600 atau ATR 72-500, dengan kapasitas 72 kursi kelas ekonomi. Yang dinilai paling nyaman dan canggih di kelasnya yang mampu menerbangi rute jarak pendek.
“Wings Air optimis, pengoperasian pesawat tersebut dapat menggugah minat traveling, akan menambah pengalaman terbang setiap wisatawan dan pebisnis,” terangnya.
Wings Air pun akan memaksimalkan berbagai langkah guna pencegahan penyebaran Covid-19 antara lain mengatur proses masuk dan keluar penumpang dari pesawat udara secara berurutan guna meminimalkan kepadatan.
Pada pesawat ATR, naik dan turun dari pintu bagian belakang. Hal ini akan meminimalsir interaksi bertatapan langsung (face to-face) antara penumpang. Area dapur (galley) yang terletak di bagian belakang juga meminimalkan interaksi tatap muka antara penumpang dan awak kabin.
Penerbangan semakin berkesan, interior pesawat didesain modern dan futuristik, sehingga bisa lebih santai saat berada di kabin. Keunggulannya, setiap penumpang akan merasakan atau menikmati konfigurasi kursi 2-2, dapat bersantai ketika di kabin atau bisa sembari bekerja.
Kualitas udara yang Fresh terus menerus dipasok dengan tingkat pembaruan volume udara kabin yang tinggi, sehingga siklus udara terjamin bersih. Dalam hal ini, bagian kesungguhan terhadap kesehatan karyawan serta penumpang, sejalan upaya memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
Aliran udara dari atas (langit-langit kabin) bergerak satu arah ke bawah (lantai), yang meminimalkan pergerakan udara ke depan dan arah belakang pada kabin (blown transversally and vertically), udara di kabin akan selalu diperbaharui dalam waktu 5 – 7 menit yang menjamin udara dalam kabin tetap segar.(*)















