PENAJAM, lintasraya.com – Serapan anggaran di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini masih menjadi atensi DPRD PPU.
Pasalnya, memasuki Mei 2023 ini anggaran yang terserap masih 12 persen, atau sekira Rp200 miliar dari jumlah APBD PPU yang sebesar Rp1,9 triliun.
Anggota DPRD PPU Zaenal Arifin menilai, jumlah serapan tersebut terhitung rendah, apalagi memasuki triwulan kedua.
“Itu masih terbilang rendah,” ungkapnya pada Kamis (18/5/2023).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkapkan, salah satu faktor rendahnya serapan anggaran, ditengarai proyek pekerjaan yang baru mulai berjalan. Sebagian besar proyek pembangunan di PPU 2023 ini, baru mulai pengerjaan pasca proses lelang berlangsung beberapa waktu lalu. Baik gedung perkantoran, infrastruktur jalan, hingga kegiatan pembangunan lainnya.
“Apalagi, Sebagian kan baru mulai, lelang juga baru selesai,” sambungnya.
Salah satu contohnya, kata Zaenal, yakni pembangunan dua gedung kantor untuk Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta gedung kantor untuk Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim), yang baru mulai dikerjakan beberapa waktu lalu.

Ia memperkirakan, serapan anggaran yang maksimal baru bisa terlihat setelah pekerjaan berjalan beberapa waktu.
“Biasanya berjalan tiga bulan baru bisa terlihat serapannya,” jelasnya.
Koordinasi antar satuan kerja di lingkungan pemerintah daerah juga diharapkan terus berjalan baik, agar anggaran nantinya bisa terserap dan bermanfaat bagi masyarakat Benuo Taka.
“Perlu kerja sama yang baik agar anggaran bisa terserap maksimal,” pungkasnya. (*/ADV/SBK)















