PENAJAM, lintasraya.com – Sebagai salah satu kantor pelayanan terhadap masyarakat, seharusnya kantor tersebut harus nyaman dan layak. agar dapat menunjang kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kendati demikian, hal tersebut tak mencerminkan kantor kelurahan yang berada di kawasan Jenebura, Penajam Paser Utara (PPU). Dua Kantor yang terbagi dua wilayah itu, Jenebora I dan Jenebora II (atau lebih dikenal Dong Hwa) tersebut malah justru sebaliknya.
Untuk kantor cabang kelurahan di Jenebora II, kondisinya sangat memrihatinkan. Atap yang bocor, dinding dan lantai yang mulai lapuk, hingga toilet yang memperihatinkan. Sedangkan kantor yang berada di Jenebora I, juga mengalami kebocoran. Itu pun statusnya meminjam, karena kantor tersebut milik Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Jenebora.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD PPU H Sudirman S Sos mengatakan, selain kotor, kantor tersebut juga tidak layak. Tidak ada alasan apapun untuk pemerintah daerah. Mereka harus melek atau melihat langsung kesini. Apalagi fungsinya tersebut merupakan pelayanan publik.
“Bagaimana cara kami meminta untuk masing – masing aparat pemerintah dalam melayani masyarakat kalau begini fasilitasnya. Sangat tidak memungkinkan lah,” katanya, Rabu (31/5/2023).
Apalagi dengan kondisi 10 tenaga pekerja disini, dimana kondisi ruangan yang sangat sempit dapat melayani masyarakat yang datang. Tentu saja sumpek dan berdesak – desakan. Sementara mereka dituntut untuk melayani masyarakat dengan cepat, namun kenyamanan tidak ada.

“Ini menjadi catatan khusus. Artinya, suka tidak suka, pemerintah harus melihat ini. Termasuk juga teman – teman yang ada di DPRD PPU. Lihat ini, jangan hanya berbicara saja,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten PPU harus sering – sering berkunjung ke sini. Agar dapat melihat dengan cermat. Mengapa bisa terjadi dan ada seperti ini. Jangan sampai tempatnya tertinggal, pelayanannya pun ikut tertinggal. Ini jelas salah. Sangat tidak layak.
“Saya fikir inilah beban pemerintah. Kalau bisa secepatnya, jangan hanya wacana ditindaklanjuti saja. Harus ada kepastian yang ril, bagaimana ini bisa terbangun,” jelasnya.(*/ADV/wan)















