BALIKPAPAN, lintasraya.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menggelontorkan dana sebesar Rp 375 miliyar untuk Beasiswa Kaltim Tuntas untuk warga tidak mampu yang tersebar di Kota/Kabupaten se-Kalimantan Timur.
Namun mirisnya, khusus warga kurang mampu di Balikpapan sudah dua tahun terkahir belum menikmati Program Beasiswa Tuntas Kaltim tersebut. Karena terkendala, kebijakan Pemkot Balikpapan yang tidak mengeluarkan Surat keterangan Tidak Mampu, sebagai persyaratan menerima bantuan tersebut.
Hal itu, disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Mimi Meriami BR Pane, SE kepada awak media Kamis (26/10/2023).
Mimi menjelaskan. Syarat mutlak untuk mendapatkan Beasiswa Kaltim Tuntas harus ada Surat Keterangan Tidak Mampu dari Pemerintah Kota/kabupaten. Sementara di Balikpapan tidak ada. Hanya surat keterangan berpenghasilan tidak tetap.
“Ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemkot Balikpapan. Kasian mereka yang benar-benar tidak mampu. Yang tadinya bisa menikmati tapi tidak bisa akibat terkendala persyaratan ini. Padahal kuota yang tersedia sangat banyak,” tegasnya.
Bukan itu saja sambung Mimi, persyaratan lain yang dapat menggugurkan penerimaan beasiswa Kaltim Tuntas yaitu, mereka tidak sedang menerima Beasiswa dari manapun.
“Ini perlu dicatat bilamana warga telah mendapatkan Beasiswa dari program lain, makan secara otomatis tidak bisa mendapatkan beasiswa Kaltim Tuntas, ” ungkap Mimi.
Program Beasiswa Kaltim Tuntas ini sudah berjalan beberapa tahun lalu. Kuota untuk Kaltim mencapai ribuan. Untuk itu sayang jika tidak dimanfaatkan dengan maksimal, khususnya warga Balikpapan, hanya karena gagal memenuhi persyaratan.
“Sayang kan jika mereka yang benar-benar warga tidak mampu terpaksa gigit jari atau diambil orang lain hanya karena kurang lengkapnya persyaratan, “tegas Mimi Meriami.
Program lainnya, juga disampaikan Mimi, yakni pelatihan di BLK secara gratis. Yang diperuntukkan bagi masyarakat Kaltim guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Untuk BLK ini ada dua lokasi, di Balikpapan dan Bontang. Tahun ini disiapkan untuk 1.000 kuota. Rata-rata mereka yang sudah mengikuti program BLK ini langsung bekerja. (*/ADV/San)















