LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat tidak cukup hanya dengan mengandalkan toleransi. Komunikasi antarwarga, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kecermatan menyaring informasi di media sosial juga menjadi faktor penting untuk mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik sosial.
Pesan tersebut menjadi perhatian Kecamatan Balikpapan Barat dalam memperkuat pembauran kebangsaan di tengah masyarakat yang memiliki beragam latar belakang suku, agama, dan budaya.
Camat Balikpapan Barat, Erwin Dahri, SE, mengatakan penguatan pembauran kebangsaan diperlukan untuk menjaga persatuan sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai, Kamis (15/10/2026). Sebelumnya, sosialisasi penguatan pembauran kebangsaan telah dilaksanakan di Aula Kecamatan Balikpapan Barat pada Selasa (13/10/2026).
Menurut Erwin, menjaga kondisi lingkungan tetap kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan berbagai unsur yang berperan langsung dalam kehidupan sosial.
Mulai dari pengurus rukun tetangga (RT), tokoh agama, lembaga kemasyarakatan, pihak sekolah, hingga unsur TNI dan kepolisian perlu membangun komunikasi serta memperkuat koordinasi.
Melalui keterlibatan berbagai pihak, potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan sejak dini sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Pembauran kebangsaan bukan sekadar mempertemukan masyarakat dari latar belakang berbeda, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan berbangsa yang harus dijaga bersama,” menjadi prinsip yang ditekankan dalam upaya tersebut.
Selain memperkuat hubungan antarwarga, Erwin mengingatkan pentingnya pendataan penduduk pendatang melalui pelaporan kepada pengurus RT sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut diperlukan agar keberadaan warga baru dapat terdata dengan baik, sekaligus membuka ruang komunikasi antara pendatang dan masyarakat setempat.
Menurutnya, hubungan sosial yang baik perlu dibangun melalui interaksi sehari-hari. Kegiatan kemasyarakatan, keagamaan, dan pendidikan dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus menumbuhkan rasa saling menghormati.
Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi juga menghadirkan tantangan tersendiri. Informasi yang beredar di media sosial dapat menyebar dengan cepat, termasuk kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.
Jika diterima begitu saja dan disebarluaskan tanpa pemeriksaan, informasi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta mengganggu hubungan baik antarwarga.
Karena itu, masyarakat diminta lebih kritis dalam menerima informasi, memeriksa kebenarannya, dan mengutamakan sumber yang dapat dipercaya sebelum mengambil kesimpulan.
“Jangan langsung menerima informasi di media sosial begitu saja. Kita harus memastikan apakah informasi itu benar atau tidak, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya.
Erwin berharap penguatan pembauran kebangsaan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap saling menghormati, keterbukaan dalam berkomunikasi, serta kesediaan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Ia menilai, keberagaman seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun lingkungan yang aman dan harmonis, bukan menjadi alasan munculnya perpecahan.
Dengan dukungan pemerintah, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan seluruh warga, Kecamatan Balikpapan Barat diharapkan mampu terus menjaga persatuan serta memperkuat kerukunan di tengah perbedaan yang ada.(*/ron)















