Jumat, Oktober 16, 2026
  • Login
  • HOME
  • NASIONAL
  • PPU
  • ADVETORIAL
  • OLAHRAGA
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • BALIKPAPAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • DPRD BALIKPAPAN
No Result
View All Result
Lintas Raya
  • HOME
  • NASIONAL
  • PPU
  • ADVETORIAL
  • OLAHRAGA
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • BALIKPAPAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • DPRD BALIKPAPAN
No Result
View All Result
Lintas Raya
No Result
View All Result
Home BALIKPAPAN

Bank Sampah Jadi Andalan Kelurahan Ilir Tekan Penumpukan Sampah

admin by admin
16 Oktober 2026
in BALIKPAPAN
46 0
0
Bank Sampah Jadi Andalan Kelurahan Ilir Tekan Penumpukan Sampah
Share on FacebookShare on Twitter

LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Tingginya volume sampah rumah tangga membuat sejumlah kontainer sampah di Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, kerap cepat penuh. Untuk mengantisipasi penumpukan, pihak kelurahan mendorong pengelolaan sampah melalui kerja sama dengan bank sampah sekaligus mengedukasi warga agar memilah sampah sejak dari rumah.

Kontainer yang tersebar di sejumlah titik selama ini menjadi fasilitas penting bagi masyarakat untuk membuang sampah. Namun, tingginya aktivitas warga membuat kapasitas kontainer cepat terisi sehingga pengangkutan dan pengelolaan sampah perlu dilakukan secara teratur.

Lurah Baru Ilir, Junaidi, mengatakan sampah dari kontainer akan diambil dan dialihkan ke bank sampah ketika kapasitasnya sudah penuh. Langkah tersebut diharapkan membantu mengurangi penumpukan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kalau sudah penuh, sampahnya diambil dan dialihkan ke bank sampah. Jadi, bisa menjadi tabungan bagi masyarakat juga,” ujar Junaidi saat diwawancarai, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, keberadaan kontainer tetap dibutuhkan untuk memudahkan warga membuang sampah pada tempatnya. Namun, penyediaan fasilitas saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah apabila tidak disertai pengelolaan yang baik dan keterlibatan masyarakat.

Salah satu persoalan yang masih perlu dibenahi adalah kebiasaan membuang sampah tanpa memilahnya terlebih dahulu. Padahal, pemisahan sampah berdasarkan jenisnya dapat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat penampungan sementara (TPS).

Junaidi menjelaskan, sampah rumah tangga perlu dipisahkan menjadi beberapa kategori, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.

Sampah anorganik, seperti botol plastik dan barang lain yang masih memiliki nilai jual, dapat dikumpulkan untuk disalurkan ke bank sampah. Melalui pengelolaan tersebut, sampah yang masih bernilai ekonomis berpeluang menjadi tabungan bagi warga.

Sementara itu, sampah organik, seperti sisa makanan, dapat diolah menggunakan komposter. Pengolahan ini diharapkan mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke kontainer TPS.

Berbeda dengan sampah organik dan anorganik, sampah B3 harus ditangani secara khusus dan tidak dicampur dengan sampah rumah tangga biasa. Warga diharapkan membawanya ke drop box khusus yang tersedia di kantor kecamatan atau lokasi lain yang menyediakan fasilitas serupa.

Adapun sampah residu, yakni sampah yang tidak dapat didaur ulang maupun diolah kembali, baru dibuang ke kontainer TPS untuk selanjutnya diangkut petugas kebersihan.

Dengan pemilahan tersebut, tidak semua sampah rumah tangga harus berakhir di kontainer. Sampah yang masih dapat dimanfaatkan bisa diolah atau disalurkan melalui jalur pengelolaan yang sesuai, sedangkan kontainer digunakan untuk menampung sampah residu.

Junaidi mengakui, mengubah kebiasaan masyarakat bukan perkara mudah. Karena itu, edukasi melalui sosialisasi dan imbauan langsung perlu terus dilakukan agar warga terbiasa memilah sampah sebelum membuangnya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif. Tanpa pemilahan dari sumbernya, sampah yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan akan bercampur dengan sampah lain dan berpotensi menambah beban kontainer.

Selain membantu mengurangi penumpukan, pemanfaatan bank sampah juga memberikan peluang bagi warga memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.

Di sisi lain, pengaturan pengangkutan dan optimalisasi fasilitas di setiap titik kontainer tetap diperlukan. Langkah tersebut penting agar kontainer yang sudah penuh tidak dibiarkan terlalu lama hingga sampah menumpuk dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

Junaidi berharap masyarakat semakin terbiasa mengelola sampah secara bertanggung jawab, dimulai dari rumah masing-masing.

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pengangkut sampah atau pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.(*/ron)

Tags: Balikpapan BaratBaru Ilir
admin

admin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 134 Followers
  • 24k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Merasa Ditipu PT Mahkota Putra Group, Sebanyak 39 Pekerja Asal Nganjuk Terlantar di Balikpapan

Merasa Ditipu PT Mahkota Putra Group, Sebanyak 39 Pekerja Asal Nganjuk Terlantar di Balikpapan

29 Maret 2023
Klinik Fertilitas Indonesia Hadir di Balikpapan, Alternatif Program Kehamilan

Klinik Fertilitas Indonesia Hadir di Balikpapan, Alternatif Program Kehamilan

2 Maret 2022
Jamri Islamic Land Hadir di Balikpapan, Hunian Syariah Nyaman dengan Cicilan Suka-suka

Jamri Islamic Land Hadir di Balikpapan, Hunian Syariah Nyaman dengan Cicilan Suka-suka

3 Februari 2023
Megawati Dijadwalkan Hadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVIII, Budiono : Jadikan Semangat Kader Songsong Pemilu 2024

Megawati Dijadwalkan Hadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVIII, Budiono : Jadikan Semangat Kader Songsong Pemilu 2024

21 Februari 2023
Selangkah lagi UNIP Berdiri Di IKN Nusantara, Hasanuddin : YPIP Perlu Dana Rp 7,5 Miliar

Selangkah lagi UNIP Berdiri Di IKN Nusantara, Hasanuddin : YPIP Perlu Dana Rp 7,5 Miliar

3
Dukung Penyetaraan Honor Guru PAUD dan TK

Dukung Penyetaraan Honor Guru PAUD dan TK

1
Target PAD 2022 Diperkirakan Meningkat Rp 850 Miliar

Bahas Anggaran KUA-PPAS 2022, Masih Sama Dengan Tahun Kemarin, Rp 2 Triliun

1
DPRD Balikpapan

Masalah Pemasangan PJU Mendominasi Di Reses Amin Hidayat

1
Bank Sampah Jadi Andalan Kelurahan Ilir Tekan Penumpukan Sampah

Bank Sampah Jadi Andalan Kelurahan Ilir Tekan Penumpukan Sampah

16 Oktober 2026
10 RT Baru Ilir Bersiap ! Sampah Rumah Tangga Jadi Fokus Utama CGH

10 RT Baru Ilir Bersiap ! Sampah Rumah Tangga Jadi Fokus Utama CGH

15 Oktober 2026
Balikpapan Didominasi Perbukitan, Syafruddin Dorong Mitigasi Dini Longsor

Balikpapan Didominasi Perbukitan, Syafruddin Dorong Mitigasi Dini Longsor

12 Oktober 2026
Warga Merasa Layak tapi Tak Terdaftar, Ini Penjelasan Lurah Baru Ilir

Warga Merasa Layak tapi Tak Terdaftar, Ini Penjelasan Lurah Baru Ilir

12 Oktober 2026

Recommended

Bank Sampah Jadi Andalan Kelurahan Ilir Tekan Penumpukan Sampah

Bank Sampah Jadi Andalan Kelurahan Ilir Tekan Penumpukan Sampah

16 Oktober 2026
511
10 RT Baru Ilir Bersiap ! Sampah Rumah Tangga Jadi Fokus Utama CGH

10 RT Baru Ilir Bersiap ! Sampah Rumah Tangga Jadi Fokus Utama CGH

15 Oktober 2026
512
Balikpapan Didominasi Perbukitan, Syafruddin Dorong Mitigasi Dini Longsor

Balikpapan Didominasi Perbukitan, Syafruddin Dorong Mitigasi Dini Longsor

12 Oktober 2026
505
Warga Merasa Layak tapi Tak Terdaftar, Ini Penjelasan Lurah Baru Ilir

Warga Merasa Layak tapi Tak Terdaftar, Ini Penjelasan Lurah Baru Ilir

12 Oktober 2026
505
Lintas Raya




© 2021 Lintas Raya Powered by Hosting Rakyat

Navigasi Website

  • Home
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • PPU
  • ADVETORIAL
  • OLAHRAGA
  • DAERAH
  • EKONOMI
  • BALIKPAPAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • DPRD BALIKPAPAN




© 2021 Lintas Raya Powered by Hosting Rakyat