BALIKPAPAN, lintasraya.com – Proses Pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 25 di Balikpapan Barat masih menjadi perhatian khusus dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan.
Anggota DPRD Balikpapan Muhammad Taqwa mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan terkait proyek multiyears tersebut. Ada beberapa point penting yang harus diperhatikan dalam proyek ini. Mulai dari proses pembangunannya hingga dampak pembangunan yang timbul akibat pelaksanaan proyek pembangunannya.
“Setiap proyek apapun pasti ada Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) serta izin gangguan terhadap lingkungan sekitar. Apalagi proyek ini di kawasan kampung atas air,” kata Taqwa, Selasa (08/03/2022).
Perlu diperhatikan juga faktor-faktor lainnya seperti Kenyamanan warga sekitar mengingat proyek itu berlangsung di tengah pemukiman padat penduduk. Artinya, harus diatur durasi kerjanya.
“Belum lagi dampak limbah dan polusi yang ditimbulkan akibat proyek tersebut,” tambahnya.
Jadi perlua adanya pengawasan yang maksimal oleh dinas yang berkaitan langsung dengan pembangunan ini. Baik pengawasan report dan di lapangannya.
“Harusnya teman-teman di DPRD saat ini menjadi lini depan hal ini. Namun yang terjadi, hari ini kondisi kita terjadi kekosongan, mengingat komposisi AKD belum terbentuk,” bebernya.
Alhasil, dengan adanya kondisi saat ini di DPRD Balikpapan mempengaruhi kinerja lembaga, khususnya di Komisi IV DPRD Balikpapan sebagai mitra kerja di bidang pendidikan tidak bisa turun ke lapangan melakukan peninjauan atau sidak.
“Hingga hari ini, yang definitif itu masih unsur pimpinan. Ini yang kami anggap terjadi kekosongan Membuat kinerja di legislatif tidak efektif dan berdampak pada pelayanan masyarakat,” tandasnya.(*/wan)















