LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Setelah menilai hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara yang menunjukkan kelemahan fisik pada sebagian atlet Kalimantan Timur (Kaltim), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim merancang program pelatihan besar-besaran.
Mereka menargetkan terbentuknya 1.000 pelatih fisik pada tahun 2025 guna meningkatkan daya saing atlet di berbagai kompetisi nasional mendatang.
Program ambisius ini mendapat apresiasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, yang menilai langkah tersebut sebagai upaya signifikan untuk memajukan pembinaan atlet di wilayah Kaltim. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyatakan dukungannya dan menyebut bahwa program tersebut sangat realistis, namun perlu strategi yang matang agar pelatih dapat mengembangkan keterampilan mereka secara bertahap.
“Bagi saya, target ini realistis dan sangat mungkin dicapai. Namun, program pelatihan harus bertahap dan disesuaikan levelnya agar para pelatih bisa menyesuaikan diri dan menguasai keterampilan spesifik yang dibutuhkan,” ujar Rasman.
Dia menjelaskan bahwa KONI Kaltim perlu merancang level-level pelatihan, mulai dari dasar hingga spesialisasi yang disesuaikan dengan cabang olahraga (cabor) tertentu. Misalnya, pelatih bisa mulai dari level umum, kemudian melanjutkan ke tingkat lanjutan yang difokuskan pada cabang olahraga seperti permainan, bela diri, dan beregu. Dengan demikian, para pelatih tidak hanya menguasai teknik dasar, tetapi juga mampu mendampingi atlet dalam menghadapi tantangan khusus di masing-masing cabor.
“Kalau kita lihat dalam jangka panjang, klasifikasi level ini akan membantu pelatih memahami kebutuhan spesifik setiap cabang olahraga. Mereka bisa fokus pada pelatihan fisik yang mendukung kekuatan, ketahanan, atau kelincahan, sesuai dengan tuntutan cabornya,” tambah Rasman.
Selain menyusun klasifikasi level pelatih, Dispora juga mendorong agar program pelatihan ini dilengkapi dengan materi yang mendalam dan praktis. Rasman berharap pada level awal, pelatih akan dibekali dengan dasar-dasar pelatihan fisik yang baik dan benar. Setelah itu, pada level lanjutan, mereka akan mendapat materi spesifik terkait cabang olahraga yang mereka dampingi.
“Di level awal, fokus bisa diberikan pada teknik umum untuk membentuk fisik atlet. Sementara itu, di level lanjutan, pelatih bisa mengasah keterampilan yang lebih terarah sesuai kebutuhan cabor. Dengan begitu, kita bisa mengidentifikasi pelatih yang benar-benar siap mendampingi atlet dengan spesialisasi tertentu,” jelasnya.
Dispora dan KONI Kaltim melihat potensi besar yang bisa dicapai melalui program ini, yaitu membentuk struktur pelatih yang lebih terarah dan memenuhi kebutuhan spesifik cabang olahraga. Rasman mengungkapkan keyakinannya bahwa pelatih yang terlatih dengan baik akan membantu meningkatkan performa fisik dan mental atlet, menjadikan mereka lebih siap menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Dispora Kaltim berkomitmen untuk terus mendukung KONI dalam mewujudkan program ini, yang diyakini akan berdampak positif pada perkembangan olahraga di Kaltim. Program pembentukan 1.000 pelatih fisik ini diharapkan menjadi fondasi untuk mendorong pencapaian prestasi atlet Kaltim yang lebih maksimal di ajang nasional maupun internasional.(*/ADV/Dispora Kaltim/anr)















