LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Dalam rangka menghadapi Pra Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Pra POPDA), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan seleksi ketat yang melibatkan 10 kabupaten/kota.
Langkah ini diambil untuk memastikan proses seleksi yang lebih merata dan adil bagi seluruh daerah di Kaltim, serta menghindari dominasi oleh daerah tertentu di setiap cabang olahraga.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, menjelaskan bahwa seluruh atlet dari cabang olahraga beregu yang terlibat, seperti sepak bola, bola voli, dan bola basket, diwajibkan mengikuti seleksi agar tidak terjadi ketimpangan dalam perekrutan. Rasman mengatakan bahwa partisipasi dari berbagai daerah, seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Samarinda, dan Bontang, membawa variasi talenta dan bakat yang dapat meningkatkan kualitas tim di Pra POPDA.
“Kita ingin proses seleksi yang lebih inklusif dan mencakup lebih banyak wilayah di Kaltim, bukan hanya dari satu atau dua daerah. Inilah peran pelatih, yang tidak hanya melatih teknik, tetapi juga mengelola para atlet dari latar belakang berbeda agar mereka bisa bekerja sama,” ujar Rasman.
Selain menekankan pentingnya keseimbangan daerah dalam tim, Rasman juga menyebut bahwa Dispora Kaltim telah menerapkan sistem pelatihan yang terstruktur dan lengkap. Setiap cabang olahraga dilengkapi dengan pelatih fisik, pelatih teknis, dan pelatih spesialis lainnya, khususnya di sepak bola yang sebelumnya lebih banyak diisi oleh atlet dari satu daerah saja. Sistem ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi atlet dari berbagai kabupaten/kota yang terseleksi.
Sebanyak 294 atlet yang lolos seleksi berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB) dan pengurus cabang (pengcab) dari berbagai cabang olahraga di Kaltim. Rasman menambahkan, proses seleksi dilakukan secara ketat agar tidak ada konsentrasi atlet di satu SSB atau daerah tertentu. “Dengan cara ini, kami menghindari dominasi atlet dari satu klub atau daerah saja. Ini memungkinkan setiap daerah untuk memberikan kontribusi terbaik mereka,” jelasnya.
Rasman optimis bahwa Kaltim memiliki banyak atlet berbakat yang belum tergali. Namun, dengan sistem seleksi yang melibatkan semua kabupaten/kota, ia yakin potensi ini dapat lebih maksimal teridentifikasi. “Kita punya potensi atlet yang luar biasa, tetapi mereka sering kali belum mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan karena dominasi daerah tertentu. Dengan cara ini, kami berharap bisa lebih banyak menggali dan mengembangkan talenta lokal dari seluruh wilayah,” pungkasnya.
Upaya ini juga diharapkan akan meningkatkan kualitas atlet yang mewakili Kaltim di level nasional, dan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih kompetitif dan inklusif di wilayah tersebut.(*/ADV/Dispora Kaltim/anr)















