PENAJAM, lintasraya.com – DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mulai menyikapi serius kinerja dua perusahaan umum daerah (perumda) yang tidak berkontribusi. Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Gabungan DPRD PPU, Zainal Arifin.
Ia menuturkan ada dua perumda di PPU yang tidak memiliki kinerja baik selama didirikan. Yaitu Perumda Benuo Taka dan Perumda Benuo Taka Energi.
“Dua Perumda ini selama ini, tidak memberikan kinerja yang maksimal, terutama terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya, Senin, (25/7/2022).

Menurutnya, Pemkab PPU setiap tahunnya rutin memberikan penyertaan modal untuk rencana bisnis yang akan dilakukan. Namun, dua perumda itu bukan hanya memberikan pemasukan, bahkan tidak dapat menjelaskan penggunaan dana tersebut.
“Salah satunya dengan menyumbang PAD, minimal dengan memperluas kegiatan usaha, tetapi sampai sekarang kinerjanya tidak maksimal,” sebut Zainal.
Maka dari itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mendorong Pemkab PPU untuk segera menginventarisasi aset perumda itu. Tujuannya selain untuk mengaudit secara internal, juga sebagai upaya untuk membuka peluang usaha yang baru.
“Tujuan dibentuknya Perumda Benuo Taka, termasuk Benuo Taka Energi itukan agar bisa memberikan kontribusi bagi pemerintah kabupaten maupun kepada masyarakat di daerah itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dari hasil inventarisasi aset itu dapat menjadi bahan dalam pembahasan program ke depan. Dan untuk dua perumda ini ia menyarankan untuk dibubarkan saja jika memang hasilnya tidak potensial.
“Kami rekomendasikan Perumda Benuo Taka dibubarkan saja, sebab kalau dilihat dari penyertaan modal selama ini kinerjanya tidak layak,” tutupnya. (*/ADV/sbk/wan)















