LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan terus berupaya mengantisipasi banjir dengan rutin membersihkan drainase di berbagai wilayah.
Pada Kamis (6/3/2025), DPU Kota Balikpapan melaksanakan pembersihan saluran air di sepanjang Jalan MT Haryono, yang merupakan salah satu titik rawan banjir di kota ini.
Kepala Dinas PU Kota Balikpapan, Rita, melalui Kepala UPTD Drainase dan Bozem, Rahmad Sukiman, menjelaskan bahwa pembersihan drainase merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari oleh tim mereka. “Ya, kegiatan pembersihan saluran dikerjakan setiap hari untuk memastikan aliran air tetap lancar dan mengurangi risiko banjir,” ujar Rahmad Sukiman saat diwawancarai, Kamis (6/3/2025).
Menurut Rahmad, setiap harinya tim DPU menangani minimal sembilan titik lokasi, bahkan bisa lebih tergantung pada kondisi di lapangan. “Untuk pekerjaan sehari-hari, kami mengerjakan minimal sembilan titik lokasi, bisa lebih jika memang dibutuhkan,” katanya.
Pembersihan drainase dilakukan secara manual oleh petugas menggunakan alat sederhana, seperti sekop dan cangkul. Namun, dalam kondisi tertentu, alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan. “Kami membersihkan dengan peralatan manual, namun jika diperlukan, kami menurunkan alat berat juga, tergantung kondisi lapangan,” jelasnya.
Setiap tim pembersihan terdiri dari 8-10 orang, dengan total sekitar 85 personel yang diterjunkan ke berbagai titik lokasi setiap harinya.
Rahmad menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjaga kelancaran aliran air agar tidak terjadi penyumbatan yang berpotensi menyebabkan genangan atau banjir. Sampah dan sedimen yang menumpuk di dalam drainase rutin diangkat dan dikeruk agar penampang basah tetap terjaga.
“Tujuan kami agar penampang basah saluran tetap terjaga. Sampah dan sedimen secara rutin kami ambil dan keruk agar aliran air tetap lancar, terutama di titik-titik rawan banjir,” paparnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air, karena hal ini menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya drainase.
Selain menjalankan program rutin, DPU Kota Balikpapan juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengusulkan lokasi yang membutuhkan pembersihan drainase. Masyarakat bisa melaporkan kondisi drainase di wilayah mereka melalui kelurahan setempat.
“Sering kami mendapatkan informasi dari masyarakat, dan kami komunikasikan ke kelurahan. Karena kelurahan merupakan perangkat pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat dan lebih memahami kondisi lingkungan sekitar,” tambah Rahmad.
Dengan upaya pembersihan yang dilakukan secara berkala, DPU Kota Balikpapan berharap dapat meminimalisir risiko banjir serta menjaga kualitas infrastruktur drainase di kota ini. Pemerintah juga mengajak warga untuk turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah terjadinya bencana akibat saluran air yang tersumbat.(*/ADV/Diskominfo Balikpapan/wan)















