PENAJAM, lintasraya.com – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini mendekati usia ke – 22 pada 11 Maret tahun ini. Tentu memerlukan waktu serta proses perjalanan panjang dalam menuju pembangunan, agar Benuo Taka (sebutan PPU) semakin berkembang. Belum lagi dihadapkan dengan persoalan yang menuntut PPU agar sejalan seiring dengan percepatan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menjadi penyangga IKN dengan sebutan Serambi Nusantara.
Genap dalam usia tersebut, Wakil Ketua Satu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU Raup Muin berpendapat, untuk pembangunan berkelanjutan, PPU harus belajar dari sebuah proses.
“Step by step, dengan gaya beberapa gaya kepemimpinan yang berbeda – beda,” ujarnya, saat ditemui di ruanganya.
Tujuannya sama, bahwa untuk kesejahteraan masyarakat PPU dalam membangun fasilitas yang dibutuhkan.
“Supaya ada peningkatan dari tahun ke tahun,” tambahnya.
Disinggung terkait hal apa saja yang perlu dibenahi, Politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menyebutkan, sebenarnya bukan lebih kepada membenahi. Tetapi mengkoneksikan satu dengan yang lain apa yang sudah dilakukan.
“Contoh infrastruktur, jangan membuat parsial. Membuat jalan terus terputus,” jelasnya.
Menurutnya semua instrumen juga harus terkoneksi semua. Mulai dari fasilitas umum. Jangan hanya terfokus terhadap suatu kawasan saja.
“Kawasan pesisir juga perlu dibenahi,” tegasnya.
Sementara itu, untuk fasilitas kesehatan dirinya juga menyebutkan, kemampuan untuk di PPU dilihat sudah maksimal. Namun belum menyentuh kepada kepuasan.
“Sebab jika diukur dari fasilitas masih saja kurang. Ya memang itu juga menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) kita untuk mendorong menyangkut masalah kesehatan,” imbuhnya.
Mulai dari pembangunan rumah sakit daerah itu sendiri, fasilitas, ruangan, SDM hingga peralatan yang memadai. Sehingga tidak perlu mendapatkan rujukan ke rumah sakit di luar PPU.
“Makanya kita selalu mendorong untuk dianggarkan di tahun depan terkait kemajuan pembangunannya,” pungkasnya. (*/adv/wan)















