BALIKPAPAN, lintasraya.com – Gubernur Kaltim Isran Noor membuka sosialisasi Indeks Demokrasi Indonesia di Ballroom Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Rabu (2/11/2022).
Tema kali ini Merajut Konsolidasi Demokrasi, Menyongsong IKN dan Kaltim Sebagai Barometer Demokrasi Nasional. “Selamat atas dilaksanakannya kegiatan ini,” kata Isran.
Isran melanjutkan, sesuai yang dilaporkan oleh Kepala Badan Kesbangpol bahwa Indeks Demokrasi untuk Kaltim ada prestasinya. Walaupun tidak dalam posisi pertama, tapi untuk di luar pulau Jawa, maka Kaltim adalah juaranya.
“Jadi urutannya itu DKI Jakarta, Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, baru Kalimantan Timur. Dalam jumlah penduduk Kaltim itu paling sedikit ada 10 persen dari penduduk Jawa Tengah, dalam dunia demokrasi, saya tidak tau kriteria dalam penilaian dalam tingkat indeks demokrasi, tentu banyak hal yang kita perlu sosialisasikan,” ungkapnya.
Apa saja yang menjadi unsur dan konten penilaian indeks demokrasi harus dibahas dalam kegiatan sosialisasi ini. “Maka dalam kegiatan sosialisasi ini nanti dibahas apa saja yang menjadi perhatian konten dari sebuah penilaian indeks demokrasi,” terangnya.
Kemudian pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam pemilihan kepala daerah mulai provinsi dan kabupaten/kota, kegiatan-kegiatan legislatif daerah dan pusat. Ketika yang dinilai itu jumlah pemilihnya itu banyak, tidak bisa dijadikan sebuah indeks.
“Jadi harus dicari, maka rumuskan ditempat ini, sampaikan kepada kita, mana yang dievaluasi dan bentukan kriterianya seperti apa ditingkatkan,” tuturnya.
Prestasi-prestasi seperti ini tentu pantas untuk disyukuri dan dikembangkan. “Saya minta Kesbangpol untuk mempunyai data berapa banyak organisasi masyarakat yang bernuansa demokrasi, karena pemilihan ketua itu disepakati anggotanya, itu adalah indeks demokrasi masyarakat secara mikro,” terangnya.
Meskipun banyaknya ormas di Kaltim namun tidak pernah terjadi konflik SARA, tidak ada persaingan antar kekuatan ormas, padahal Kaltim disamping penduduknya yang heterogen, asal usul, adat istiadat beda-beda tapi damai.
“Alhamdulillah di Kaltim penduduknya heterogen tetapi tetap damai. Kesadaran untuk berdampingan bersama walaupun berbeda-beda suku itu merupakan esensi sebuah demokrasi. Itulah yang perlu disyukuri dan dibanggakan,” pungkasnya. (jan)















