LINTASRAYA.COM, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mencatatkan prestasi di kancah provinsi. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), PPU berhasil meraih Juara I dalam ajang Pemilihan Putra Putri Duta Tari Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang berlangsung dari 19 hingga 23 September 2024 di Hotel Fugo Samarinda.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 10 kabupaten/kota di seluruh Kalimantan Timur, dan menjadi ajang bergengsi bagi generasi muda yang memiliki kecintaan pada seni tari.
Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas prestasi yang diraih oleh perwakilan Kabupaten PPU, terutama karena ini merupakan kali kedua secara berturut-turut PPU berhasil menjuarai ajang ini.
“Kami sangat bersyukur dan bangga karena perwakilan putra-putri duta tari dari PPU kembali membawa pulang juara. Ini menunjukkan betapa besarnya potensi anak-anak kita dalam seni tari dan kebudayaan,” ungkap Andi, saat ditemui pada Senin (23/9/2024).
Andi Israwati menjelaskan bahwa Disbudpar PPU mengirimkan dua pasang perwakilan dalam pemilihan ini, yaitu Celchilia Anggun Az-Zahra yang meraih Juara I untuk kategori putri, serta Lutvi Angga Saputra yang berhasil menjadi Juara II untuk kategori putra.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa bakat-bakat seni tari dari PPU mampu bersaing di tingkat provinsi dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang di masa mendatang,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para orang tua dan guru yang telah mendukung dan membimbing para peserta hingga mampu menampilkan yang terbaik di panggung kompetisi.
“Dukungan dari orang tua dan guru sangat penting dalam mengembangkan bakat dan potensi anak-anak kita. Ini adalah kemenangan bersama, bukan hanya bagi mereka yang tampil di panggung, tetapi juga bagi seluruh masyarakat PPU yang mendukung dari belakang,” katanya.
Tak berhenti di sini, Andi juga menyampaikan bahwa para pemenang dari Kabupaten PPU akan melangkah lebih jauh dengan mengikuti Pemilihan Putra Putri Duta Tari tingkat nasional, yang rencananya akan digelar di Kota Surabaya pada Oktober 2024.
Andi berharap, para peserta dari PPU dapat mempersiapkan diri dengan matang dan membawa inovasi baru dalam seni tari untuk tampil di tingkat nasional.
“Kami berharap Putra Putri Duta Tari dari PPU dapat mempersiapkan diri sejak dini, terus berinovasi dalam menciptakan tarian baru, serta memperdalam pengetahuan mereka tentang seni dan budaya, khususnya tari. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya mengembangkan kemampuan komunikasi dan pengetahuan umum para peserta, karena pemilihan Duta Tari tidak hanya menilai kemampuan menari, tetapi juga aspek lain seperti wawasan budaya, cara berpikir kritis, dan kemampuan berkomunikasi dengan baik.
“Inilah yang membedakan ajang ini dengan kompetisi tari lainnya. Para peserta harus siap menjadi duta yang tidak hanya pandai menari, tetapi juga bisa menjadi representasi yang baik dari kebudayaan daerah mereka,” jelasnya.
Dengan prestasi ini, Kabupaten PPU diharapkan dapat terus berinovasi dan menjaga konsistensi dalam mengembangkan bakat seni dan budaya lokal, serta mendorong generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya Indonesia.
“Kami berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda PPU lainnya untuk terlibat dalam seni budaya dan ikut serta dalam menjaga warisan leluhur kita,” tutup Andi Israwati dengan penuh harapan.(*/ADV/DiskominfoPPU/wan)















