Lintasraya.com, SAMARINDA – Tahun 2022 segera berakhir dan akan memasuki tahun baru 2023.
Sudah menjadi kebiasaan ketika akhir tahun dan menjelang masuk tahun baru, masyarakat akan ramai-ramai merayakannya diberbagai tempat.
Memang tidak ada larangan, namun tetap waspada. “Tidak ada larangan, hanya tetap waspada dan jangan berlebihan. Jaga kondusifitas,” kata Gubernur Kaltim Isran Noor usai menerima kunjungan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa 28 Desember 2022.
Menurut Isran Noor, jika dalam dua tahun lalu perayaan dan kegiatan bersifat keramaian dan menghadirkan orang banyak wajar dibatasi bahkan dilarang Pemerintah.
Sebab, lanjutnya, kondisi saat ini sangat tidak memungkinkan untuk membiarkan masyarakat membaur dan berinteraksi secara bebas dibawah ancaman wabah corona yang terjadi.
Bagi orang nomor satu Benua Etam ini, tahun 2022 ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya (2020-2021) ketika pandemi Covid-19 merebak.
“Iya, sekarang pandemi sudah melandai dan cenderung terkendali. Tapi, pemerintah belum mencabut statusnya,” imbuhnya.
Berarti, lanjutnya, virus corona masih ada meski penyebaran dan penularannya tidak seganas beberapa tahun lalu.
Namun, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia ini pun tetap mengimbau warga merayakan pergantian tahun tetap dalam kewajaran dan tidak berlebihan hingga bisa memicu terjadi gangguan Kamtibmas.
“Ya, artinya Pemerintah memberikan kelonggaran. Tapi jangan jua bebas sebebas-bebasnya. Tetap saja dalam koridor kewajaran, supaya tetap aman dan nyaman,” jelasnya.
Terpenting, harapnya, memaknai pergantian tahun menjadi momen instropeksi diri agar apa yang sudah dilakukan dievaluasi kedepannya.
“Amunnya baik, teruskan, kalau perlu ditingkatkan. Tapi, munnya kada, ya diubah, dibaiki. Supaya kita ni bisa jadi urang yang baik dan bemanfaat bagi orang lain,” pesannya. (jan)















