LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) gagal mecapai target dengan menduduki posisi lima besar. Kontingen Kaltim pulang pada posisi kedelapan.
Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras menyebutkan, menyampaikan permohonan maaf pada seluruh masyarakat Kaltim.
Meski begitu, raihan medali di PON XXI/2024 Aceh dan Sumut dinilai naik dari PON XX di Papua tahun 2021 yang lalu.
Di mana, 29 emas, 55 perak dan 68 perunggu dibawa dari PON 2024. Naik 30 persen dari PON Papua dengan 25 emas, 33 perak dan 42 perunggu.
“Jadi totalnya ada 100 yang di Papua, dan yang di Aceh-Sumut ini ada 152. Tetapi bukan itu yang ingin kami sampaikan. Kami sudah canangkan 5 besar, jadi apapun itu kita harus capai,” kata Rusdi, belum lama ini.
Dikatakan Rusdi, untuk total raihan medali dari PON yang berlangsung di Kaltim tahun 2008, Kaltim berada di peringkat ketiga dengan 116 medali emas, 111 perak dan 115 perunggu.
“Pada PON di riau tahun 2012 kita masih berada di lima besar, dengan 44 emas, 45 perak dan 50 perunggu,” imbuhnya.
Begitu juga saat tampil di Jawa Barat (Jabar) tahun 2016, Kaltim meraih 25 emas, 41 perak dan 73 perunggu.
Dari 3 PON yang dijelaskan, Kaltim mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebanyak 30 persen.
“Tetapi memang kita tidak membaca kekuatan tuan rumah, antara Aceh dan Sumut. Jujur, sport intelejen kami gagal dalam menatap kekuatan itu. Hingga akhirnya mereka merebut posisi,” tuturnya.
Aceh berada di peringkat ke 6 dan Sumut ada di 5. Namun, beberapa daerah luar Jawa yang biasa masuk 10 besar kini tergeser.
Seperti Bali yang menjadi kekuatan tertinggi di luar Pulau Jawa. Bahkan, sangat di herankan Jawa Tengah (Jateng) turun peringkat, usai Aceh dan Sumut jadi tuan rumah.(*/ADV/anr/wan)















