BALIKPAPAN, lintasraya.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2024 selalu menjadi molen penting di Indonesia. Maka Kota-kota di Indonesia selalu merayakan dengan mengadakan upacara bendera. Termasuk Kota Balikpapan.
Suasana peringatan Hardiknas tahun ini pun turut dimeriahkan oleh marching band, pagelaran puisi, tari-tarian dan Purwa Caraka Music Studio Balikpapan sebagai pengiring lagu.
Pada tahun ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional mengusung tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”.
Kali ini, Upacara yang dilaksanakan di halaman Balai Kota Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman, tanpa kehadiran wali kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. Bertindak selaku pemimpin upacara yakni Asisten I Setkot Balikpapan, Zulkifli. Yang menggantikan Rahmad Mas’ud.
Tampak hadir seluruh Forkopimda kota Balikpapan dan anak Didik perwakilan sekolah se-Balikpapan. Yang mengenakan pakai adat budaya di Indonesia.
“Saya menyampaikan permohonan maaf dari bapak wali kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud yang berhalangan hadir. Karena harus menghadiri Musrenbang di tingkat provinsi bersama pak Pj gubernur,” jelasnya, saat membacakan sambutan wali kota, kamis (2/5/2024).
Zulkifli juga menjelaskan, di momen Hardiknas ini juga pemerintah kota Balikpapan memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah idaman dan pemberian penghargaan Satya lencana kepada 6 pegawai dilingkungan Dinas pendidikan dan kebudayaan Balikpapan serta penyerahan bantuan dana hibah dari pemerintah kota kepada sejumlah rumah ibadah. Baik masjid maupun gereja.
“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Semoga ini menjadi motivasi untuk membangun pendidikan jadi lebih berkualitas. Menjadikan kota Balikpapan terkemuka dan nyaman dihuni,” tutup Rahmad dalam sambutannya lewat Zulkifli.
Diawal sambutan, Pemerintah kota Balikpapan pun membacakan Sambutan Hardiknas 2024 Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.
Yang isinya; Lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan kami di Kemendikbudristek. Menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar semakin menyadarkan kami tentang tantangan dan kesempatan yang kita miliki untuk memajukan pendidikan Indonesia.
Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran. Pada awal perjalanan, kita sadar bahwa membuat perubahan butuh perjuangan. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan.
Kemudian, ketika langkah kita mulai serempak, kita dihadapkan dengan tantangan yang tak pernah terbayangkan yakni pandemi. Dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup kita secara drastis. Pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Dengan bergotong royong, kita berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat.
Ombak kencang dan karang tinggi sudah kita lewati bersama. Kini, kita sudah mulai merasakan perubahan terjadi di sekitar kita, digerakkan bersama-sama dengan langkah yang serempak dan serentak. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang kita bangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar.
Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya. Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap.
berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Dan kita sudah merayakan lagi semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi.
Lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin gerakan Merdeka Belajar. Namun, lima tahun juga bukan waktu yang lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh. Kita sudah berjalan menuju arah yang benar, tetapi tugas kita belum selesai. Semua yang telah kita jalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. Semua yang sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang kita cita-citakan.
Waktu yang bergulir membawa pada akhir masa pengabdian saya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, ini bukanlah titik akhir dari gerakan Merdeka Belajar.
Dengan penuh ketulusan, saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangan yang Ibu dan Bapak lakukan. Dengan penuh harapan, saya titipkan Merdeka Belajar kepada Anda semua, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan.
Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan
Merdeka Belajar. Terima kasih.(*/San)















