LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) menilai daerah-daerah di provinsi ini memiliki potensi besar untuk mencetak pelatih fisik yang berkualitas.
Namun, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, menekankan bahwa pelatih fisik yang dicetak melalui program Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim harus memiliki komitmen yang kuat dan nyata.
Rasman menjelaskan bahwa pihaknya ingin setiap pelatih fisik yang dilatih dan diberikan sertifikasi melalui program KONI Kaltim menandatangani fakta integritas. Fakta integritas ini akan menjadi bukti kesungguhan dan komitmen mereka untuk benar-benar menjalankan peran sebagai pelatih fisik secara profesional.
“Bagi saya, ada daerah-daerah yang potensial, namun pelatih fisik dari kabupaten dan kota perlu memiliki fakta integritas. Langkah ini penting untuk memastikan mereka berkomitmen sepenuhnya menjadi pelatih fisik yang sesungguhnya,” ungkap Rasman.
Dia menegaskan bahwa sertifikasi dan pelatihan fisik yang telah dijalani para pelatih ini harus memberikan hasil nyata, bukan hanya sekadar angka di atas kertas. “Jangan sampai setelah sertifikat diberikan dan pelatihan selesai, pelatih ini malah tidak berperan aktif atau tidak maksimal dalam tugasnya. Itu yang tidak kami inginkan,” tegasnya.
Selain itu, Rasman menekankan pentingnya kualitas di atas kuantitas. Meski program KONI Kaltim menargetkan pembentukan 1.000 pelatih fisik, Rasman lebih fokus pada proses pembinaan yang menghasilkan pelatih yang benar-benar berkompeten dan siap bersaing di arena olahraga. “Kami tidak semata-mata mengejar angka. Bahkan jika dari 1.000 pelatih yang dilatih, hanya 200 yang berhasil menjalankan peran maksimal, itu sudah cukup baik,” tambahnya.
Target Terlihat di Porprov 2026
Rasman juga mengungkapkan bahwa ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 akan menjadi momen penting bagi pelatih fisik hasil cetakan KONI Kaltim untuk membuktikan hasil dari pelatihan mereka. Dia berharap para pelatih ini akan menunjukkan kualitas dan efektivitas mereka dalam membina atlet-atlet lokal yang akan berlaga di ajang tersebut.
“Porprov 2026 menjadi uji kualitas bagi mereka. Pada ajang ini, kita bisa melihat apakah pelatih fisik ini betul-betul berfungsi sesuai dengan kompetensi yang telah dilatih. Karena Porprov juga melibatkan kabupaten dan kota, kami akan melihat kontribusi nyata mereka,” pungkas Rasman.
Dengan adanya rencana ini, Dispora Kaltim berharap bahwa pembinaan olahraga di Kalimantan Timur akan semakin solid dan berdampak nyata bagi prestasi olahraga di masa depan, baik di tingkat nasional maupun internasional.(*/ADV/Dispora Kaltim/anr)















