LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN– Permasalahan infrastruktur di Balikpapan Timur kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Balikpapan, Sofyan Jufri, menilai ketimpangan pembangunan antara pusat kota dan wilayah timur masih terasa, terutama terkait kondisi jalan yang banyak mengalami kerusakan.
Menurut Sofyan, kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak parah tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Distribusi barang dan jasa menjadi tersendat, sementara mobilitas menuju kawasan industri dan pusat kota semakin sulit.
“Banyak warga mengeluhkan sulitnya akses karena jalan rusak dan berlubang. Padahal, Balikpapan Timur punya potensi ekonomi besar yang bisa berkembang jika didukung infrastruktur memadai,” ujarnya, Selasa (11/11).
Ia menekankan pentingnya perhatian serius dari Pemerintah Kota Balikpapan agar wilayah timur tidak tertinggal dalam program pembangunan. Sofyan meminta agar perbaikan jalan di kawasan tersebut dimasukkan sebagai prioritas utama dalam rencana kerja pemerintah daerah.
Meski perbaikan bertahap sudah dilakukan, ia mengakui masih banyak titik yang perlu penanganan lanjutan, terutama di area yang kerap tergenang air. Untuk itu, ia mendorong adanya koordinasi terpadu antara Dinas Pekerjaan Umum (DPU), kelurahan, dan masyarakat setempat guna menciptakan perencanaan yang tepat sasaran.
“Perbaikan jalan bukan hanya soal beton dan aspal. Ini soal pemerataan pembangunan dan keadilan bagi warga yang tinggal di pinggiran,” tegasnya.
Sofyan juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga fasilitas jalan setelah diperbaiki. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci agar hasil pembangunan bisa bertahan lama dan memberi manfaat luas.
Dengan peningkatan kualitas infrastruktur jalan, ia berharap mobilitas warga Balikpapan Timur semakin lancar, dan geliat ekonomi lokal tumbuh lebih produktif serta kompetitif. (*/ADV/DPRD Balikpapan)















