LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Misteri kematian SR (33), perempuan yang ditemukan meninggal di Apartemen Borneo Bay Residence, Balikpapan, Kalimantan Timur, masih terus didalami polisi.
Hasil pemeriksaan forensik mengungkap korban mengalami sejumlah cedera berat di berbagai bagian tubuh. Temuan tersebut memperlihatkan adanya luka terbuka hingga patah tulang yang menyebabkan cedera fatal.
Dokter Forensik RSKD Balikpapan, dr Heryadi, mengatakan luka ditemukan mulai dari bagian kepala, dada, perut, punggung hingga anggota gerak.
“Beberapa luka, yang pertama ada luka robek pada kepala, dada kanan, perut sisi kanan, punggung hingga keselangkangan. Kemudian juga ada luka robek pada anggota gerak bawah kanan,” kata Heryadi dalam konferensi pers, Rabu (7/10/2026).
Tak hanya luka terbuka, pemeriksaan juga menemukan sejumlah patah tulang. Di antaranya patah tulang terbuka pada bagian kepala dan lengan kanan, serta cedera pada tulang dada dan kaki kanan.
“Jadi memang fatalitasnya akibat beberapa luka-luka terbuka dan patah tulang terbuka,” ujarnya.
SR diketahui bekerja sebagai guru privat bahasa Mandarin. Ia ditemukan meninggal dunia pada Selasa (6/10/2026) pagi di kawasan Apartemen Borneo Bay Residence.
Polisi menduga korban terjatuh dari salah satu unit di Tower Kartanegara. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir.
Penyidik masih berupaya mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum SR ditemukan meninggal.
Wakil Kepala Polresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto mengatakan, rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi salah satu bukti penting yang kini ditelusuri penyidik.
CCTV diperiksa untuk mengetahui aktivitas di sekitar lokasi sekaligus mengidentifikasi orang-orang yang berada di kawasan apartemen sebelum kejadian.
Selain rekaman kamera pengawas, polisi juga memeriksa sejumlah barang yang ditemukan dari unit korban. Beberapa di antaranya obat-obatan, pakaian dan dua telepon seluler.
Keterangan dari sejumlah saksi turut dikumpulkan. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen dan keluarga korban untuk melengkapi rangkaian penyelidikan.
“Seluruh temuan tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik. Karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuat kesimpulan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” kata Fauzan.
Laporan mengenai penemuan korban diterima Polresta Balikpapan sekitar pukul 05.45 Wita melalui layanan kepolisian 110 dan pihak keamanan Apartemen Borneo Bay.
Petugas Pamapta bersama Unit Identifikasi Polresta Balikpapan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara.
Jenazah SR selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kaltim untuk menjalani pemeriksaan medis dan forensik.
Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan sebuah surat yang diduga merupakan surat wasiat milik korban.
Namun, hingga kini kepolisian belum mengungkap isi surat tersebut. Dokumen itu masih diperiksa dan menjadi salah satu bagian dari alat bukti yang didalami penyidik.
Fauzan menegaskan, polisi tidak akan menarik kesimpulan hanya berdasarkan satu temuan.
Hasil pemeriksaan forensik, rekaman CCTV, barang-barang yang ditemukan di unit, keterangan saksi hingga dokumen yang ditemukan akan dicocokkan untuk membangun gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut.
“Penanganan perkara ini dilakukan secara scientific crime investigation, secara profesional, objektif, transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, serta tetap menghormati privasi korban dan keluarga,” ujarnya.
Hingga Rabu (7/10/2026), polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai bagaimana rangkaian lengkap kematian SR, termasuk memastikan apakah korban benar-benar jatuh dari apartemen dan apa yang terjadi sebelum peristiwa tersebut.
Kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi maupun spekulasi yang belum terverifikasi. Selain berpotensi menimbulkan kesimpulan keliru, informasi yang tidak teruji juga dapat mengganggu privasi keluarga korban.
Fauzan turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga SR dan mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap orang-orang di lingkungan terdekat.(*/jan)














