LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Gedung baru SDN 022 Balikpapan Timur kini telah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027. Namun, di balik beroperasinya sekolah tersebut, masih terdapat pekerjaan rumah terkait pemenuhan fasilitas dasar, yakni akses jaringan air bersih.
Hingga kini, SDN 022 belum terhubung dengan jaringan distribusi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Kebutuhan air sekolah sementara dipenuhi melalui pembelian air dari WTP di kawasan perumahan sekitar, pemanfaatan air tadah hujan, serta ditampung menggunakan tandon.
Kondisi ini mendapat perhatian Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sofyan Jufri. Ia menilai persoalan air di sekolah tidak cukup hanya diselesaikan dengan memastikan pasokan tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, sekolah yang sudah digunakan harus memiliki sistem penyediaan air yang aman, stabil dan berkelanjutan.
“Kalau sekolah sudah digunakan, fasilitas dasarnya juga harus benar-benar siap. Air bersih itu kebutuhan dasar, bukan fasilitas tambahan,” ujar Sofyan.
Ia mengatakan, pemerintah perlu melihat persoalan tersebut secara menyeluruh, mulai dari kebutuhan air SDN 022 hingga kondisi jaringan PTMB yang tersedia di sekitar sekolah.
Sebab, kata dia, persoalannya bukan semata-mata sekolah tidak memiliki air. Saat ini kebutuhan masih dapat dipenuhi melalui mekanisme sementara. Namun, yang harus dipastikan adalah tersedianya sistem penyediaan air permanen.
“Kalau sementara masih bisa dipenuhi, itu bagus. Tapi jangan sampai kemudian solusi sementara ini menjadi solusi permanen,” tegas Sofyan Jufri, politisi PKB tersebut.
Sofyan mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan bersama PTMB segera melakukan koordinasi untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Menurutnya, perlu dilakukan kajian terhadap kondisi jaringan air di sekitar sekolah, termasuk jarak jaringan, kapasitas distribusi serta kebutuhan air SDN 022.
“Harus dihitung dan dibicarakan bersama. Disdik tahu kebutuhan sekolah, PTMB tahu kondisi jaringan. Kalau memang bisa disambungkan, kita dorong segera. Kalau ada kendala teknis, cari alternatif yang paling tepat,” ujarnya.
Ia menilai persoalan tersebut membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah agar tidak terjadi saling tunggu. Terlebih, SDN 022 dibangun untuk menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat di kawasan Balikpapan Timur yang terus berkembang.
Sofyan berharap pemerintah memiliki target dan langkah yang jelas sehingga persoalan jaringan air tidak berlarut-larut.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Balikpapan menjadikan SDN 022 sebagai bagian dari upaya pemerataan fasilitas pendidikan di kawasan permukiman yang berkembang.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo juga menyebut SDN 022 dapat menjadi model pengembangan sekolah di kawasan perumahan lainnya.
Karena itu, Sofyan menilai status sebagai sekolah baru harus menjadi momentum untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung pendidikan benar-benar siap.
Bukan hanya gedung, ruang kelas dan tenaga pengajar, tetapi juga air bersih, sanitasi, perpustakaan, lingkungan sekolah hingga fasilitas penunjang lainnya.
“Kita ingin sekolah ini bukan hanya bagus bangunannya. Anak-anak juga harus nyaman belajar karena fasilitas pendukungnya berfungsi,” pungkasnya.(*/san)














