LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menargetkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan sampah kota, yakni mencapai 50 persen dalam beberapa tahun mendatang. Saat ini, capaian pengelolaan sampah kota baru menyentuh angka sekitar 30 persen.
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen daerah untuk mendukung target nasional pengelolaan sampah sekaligus menjawab tantangan urbanisasi dan peningkatan volume sampah harian.
“Target nasional kita itu 50 persen pengelolaan sampah. Saat ini Balikpapan baru di angka 30 persen. Kami sedang berupaya mengejar ketertinggalan itu melalui berbagai strategi, termasuk pembangunan fasilitas pengelolaan yang lebih modern dan partisipatif,” ujar Sudirman, Senin (21/4/2025).
Salah satu strategi utama yang sedang disiapkan adalah pembangunan tiga unit Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) baru yang akan mulai dikerjakan tahun ini. Proyek tersebut direncanakan selesai dalam waktu dua hingga tiga tahun.
“Pembangunan tiga TPPAS ini sangat penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, terutama di wilayah yang selama ini belum terjangkau oleh armada pengangkutan atau belum memiliki sistem daur ulang yang efektif,” jelasnya.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, DLH Balikpapan juga memperkuat pendekatan berbasis masyarakat. Salah satunya dengan memperbanyak bank sampah di tingkat sekolah, perumahan, dan komunitas kampung ramah lingkungan.
“Target kita minimal 100 bank sampah aktif di seluruh Balikpapan. Ini menjadi bagian dari edukasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada petugas kebersihan,” ungkap Sudirman.
Menurutnya, keterlibatan warga dalam memilah dan mengelola sampah di sumbernya menjadi kunci utama dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA. DLH juga terus mendorong integrasi program lingkungan dengan sekolah dan RT/RW untuk membentuk kesadaran kolektif sejak dini.
Lebih lanjut, ia berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dapat mempercepat tercapainya target pengelolaan sampah secara komprehensif di kota minyak ini.
“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan lingkungan, daya tarik pariwisata, dan kualitas hidup masyarakat Balikpapan secara keseluruhan,” tutupnya.(*/ADV/diskominfo Balikpapan/wan)















