LINTASRAYA.COM, PENAJAM – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhajir mengatakan, serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 masih dibawah 50 persen di triwulan ketiga, dimana pihaknya mencatat pada bulan September Masih di Angka 39,7 Persen.
Dijelaskan Muhajir, faktor salah satunya yaitu adanya penambahan alokasi anggaran perubahan yang baru disahkan pada Agustus lalu. Yang berdampak pada persentase realisasi anggaran yang menurun dibanding sebelumnya.
“Serapan realisasi ini juga dipengaruhi oleh faktor penambahan alokasi di perubahan APBD. Kalau dibandingkan dengan realisasi APBD sebelumnya itu sebenarnya sudah cukup tinggi,” ungkapnya, Jumat, (6/9/2024).
Lanjut Muhajir pihak ketiga yang mengerjakan proyek fisik, seperti pembangunan gedung baru, masih belum menagihkan sehingga pembayarannya belum dibayarkan itu salah satu faktor lain serapan anggaran yang masih rendah serta naiknya alokasi anggaran yang semula hanya 2,6 kini menjadi 3,1 triliun rupiah.
“Kalau memang kita membandingkan antara realisasi fisik dan keuangan, itu realisasi fisiknya sudah cukup tinggi cuman kecenderungannya pihak ketiga ini banyak yang belum menagihkan sehingga di basis data kami ketika SP2D-nya terbit berarti sudah jadi uang,” tuturnya.
Muhajir menambahkan telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait pelaksanaan realisasi anggaran ini agar digunakan dengan semestinya.
“Juga optimis target realisasi Apbd tahun 2024 ini akan tercapai di angka 95 persen pada akhir tahun mendatang,” tutupnya.(*/ADV/DiskominfoPPU/wan)















