PENAJAM, lintasraya.com – Pasar tradisional di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi penggerak perekonomian di wilayah setempat.
Perputaran ekonomi masyarakat Kabupaten PPU sebagian besar terjadi dari kegiatan jual-beli yang terjadi di Pasar Tradisional.
Namun demikian, di tengah kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten PPU dilanda defisit berimbas kepada perputaran ekonomi di pasar tradisional di daerah ini.
Hal itu diungkapkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, Sudirman. Ia mengatakan kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit menyebabkan menunggaknya pembayaran insentif Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Menunggaknya insentif ASN selama 8 bulan ini berdampak besar terhadap transaksi jual beli di pasar, kita bisa lihat sekarang transaksi jual beli di pasar cenderung sangat sepi,” ujar Sudirman, Jumat (2/9/2022).
Ia menuturkan bahwa tunggakan insentif selama delapan bulan itu mengakibatkan ASN khawatir. Sebab, banyak ASN lingkup PPU yang hanya mengandalkan dari insentif mereka untuk membiayai kebutuhan sekolah serta sehari-hari.
“Mereka sangat berharap dengan insentif itu. Tidak sedikit ASN yang menyekolahkan SK-nya di Bank. Insentif itulah yang saat ini mereka andalkan,” kata dia.
Sudirman berharap pemerintah daerah segera membayarnya insentif ASN yang menunggak selama delapan bulan itu.
“Jika dana sudah di transfer dari pusat. Kami berharap pembayaran insentif ASN diutamakan terlebih dahulu,” harapnya. (*/Adv/wan)















