LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan tak mau ketinggalan dalam momen besar pameran dagang tahunan, Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, yang berlangsung di Tangerang.
Melalui ajang bergengsi ini, Disdag Balikpapan mengajak sejumlah pelaku usaha lokal untuk unjuk gigi dan memperluas pasar mereka ke tingkat internasional.
Trade Expo Indonesia merupakan pameran dagang terbesar di Indonesia yang fokus menampilkan produk-produk unggulan dari berbagai daerah yang punya potensi besar untuk diekspor. Pameran ini telah menjadi agenda tahunan sejak lebih dari 30 tahun lalu. Awalnya digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, sejak 2017 TEI dipindah ke Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Tangerang.
Tahun ini, Disdag Balikpapan membawa dua komoditas andalan, yaitu wedang Dayak, minuman herbal khas yang diakui memiliki banyak manfaat kesehatan, dan batik Balikpapan, yang menggambarkan kekayaan budaya lokal.
Kedua produk ini diharapkan dapat menarik perhatian pelaku bisnis internasional dan membuktikan bahwa produk lokal Balikpapan memiliki daya saing yang tinggi di pasar global.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disdag Balikpapan, Adi Sudarto, mengungkapkan bahwa misi utama keikutsertaan di TEI adalah untuk memperluas pasar ekspor bagi UMKM lokal. “Kami ingin membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi pelaku usaha Balikpapan. Ini juga jadi ajang pembelajaran bagi mereka untuk mengenal pasar global,” ujar Adi melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/10/2024).
Adi hadir dalam pameran tersebut bersama Kepala Disdag Haemusri Umar guna mendampingi pelaku UMKM.
TEI ke-39 ini resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu, 9 Oktober 2024, dengan harapan dapat menjadi pintu masuk bagi produk-produk lokal Indonesia untuk semakin dikenal dan diminati di pasar internasional.
Disdag Balikpapan tak hanya mengirim pelaku usaha untuk memamerkan produk, tetapi juga memberikan kesempatan bagi untuk menambah wawasan seputar cara berbisnis di ranah internasional. Dalam expo ini, para pelaku UMKM bisa belajar langsung bagaimana menjalin kerja sama dengan pembeli asing serta menggali ilmu dari berbagai pengalaman yang ada.
“Pameran ini juga memberikan motivasi kepada pelaku usaha lokal agar mereka siap dan lebih percaya diri untuk menembus pasar ekspor,” tambah Adi.
Disdag Balikpapan optimistis bahwa keikutsertaan dalam pameran ini akan membuka jalan bagi produk-produk lokal Balikpapan untuk dikenal di luar negeri. Dengan inovasi, kualitas, dan keberanian, produk seperti wedang Dayak dan batik Balikpapan bisa menjadi ujung tombak UMKM dalam menaklukkan pasar global.
Trade Expo Indonesia menjadi momentum penting bagi UMKM Balikpapan untuk membuktikan bahwa produk lokal tak kalah bersaing di kancah internasional. Dengan peluang besar yang ada di pasar ekspor, ini saatnya para pelaku usaha lokal Balikpapan mengambil langkah berani dan siap bersaing di pasar dunia. (*/ADV/diskominfo Balikpapan)















