BALIKPAPAN, lintasraya.com – Mulai 1 November 2022, angkutan transportasi jenis Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) resmi mengaspal dari Balikpapan.
Rencananya Damri ini diperuntukan sebagai pendukung transportasi menuju Ibu Kota Negara (IKN).
Kepala Badan Pengelola Transportasi (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara (Kaltimra) Muis Thohir di sela-sela peluncuran mengatakan, rute baru ini untuk mendukung pembangunan IKN Nusantara yang terletak di kawasan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).
Dengan dibukanya rute baru itu, maka masyarakat tidak perlu risau menuju IKN. Balikpapan sebagai kota penyangga, menjadi pioner mengawali dibukanya jalur transportasi umum itu. Bus beroperasi mulai hari ini hingga akhir tahun atau 31 Desember mendatang. Perusahaan Umum (Perum) Damri sebagai pemenang tender menyediakan 15 armada. Bus Damri dengan kapasitas 25 penumpang itu akan mengantarkan para penumpang dari Balikpapan dengan tujuan akhir pintu portal IKN yang terletak di Sepaku.
“Kami menyediakan sebanyak 15 unit bus medium dengan 25 seat atau penumpang yang akan melayani rute mulai dari Pelabuhan Semayang–Bandara Sepinggan–Terminal Batu Ampar–Jalan Soekarno-Hatta Tol Km 13 Karangjoang–Tol Samboja–Sepaku IKN,” terangnya, Selasa (1/11/2022).
Bus itu mulai melayani pukul 06.00-17.00 Wita. Keberangkatan sudah terjadwal sehingga tidak menyesuaikan penumpang. Diharapkan dengan terjadwal akan menarik minat masyarakat.
Lantaran mulai berangkat pagi hari dan melintasi pusat kota bisa saja terjebak dengan kemacetan. Terkait itu, akan dicarikan solusi lantaran bukan merupakan kendaraan prioritas dan tidak memiliki jalur khusus.
Pembukaan jalur transportasi di kawasan pusat strategis kata Muiz menjadi tantangan tersendiri. Mengingat masyarakat belum mengetahui secara penuh, sehingga animo masyarakat pun belum dapat diukur secara komprehensif.
“Perlu digarisbawahi bahwa angkutan pelayanan di kawasan pusat strategis kadang masih muncul, ketika belum ada layanan mudahan dengan ada layanan ini permintaan akan tumbuh. Itu juga terjadi di Bali, Mandalika, Borobudur yang sebelumnya tidak nampak,” katanya.
Layanan ini katanya sebagai pemicu pengusaha oto bus swasta untuk berkontribusi mengisi rute-rute baru. “Jadi pemerintah menyediakan layanan seperti harapan dengan layanan ini misal jika ada swasta yang mau masuk tanpa ada subsidi itu harapan pemerinta,” paparnya.
Tercatat pemerintah mengucurkan Rp3,1 miliar untuk proyek angkutan tersebut hingga akhir Desember 2022 mendatang yang dialokasikan sebagai subsidi angkutan. Anggaran itu sebelumnya melalui skema perhitungan dari tarif dasar hingga masuk nilai subsidi.
“Itu ada biaya lain seperti biaya terminal, dikenakan, juga ke Semayang, kemudian bandara kecuali di Terminal Batu Ampar itu semua dihitung,” jelasnya.
Karena sifatnya subsidi, lanjutnya, target terisi 30 persen dari kapasitas tempat duduk. Ketika mengalami tren kenaikan dan konsisten maka subsidi akan dicabut.
Meskipun bersubsidi bukan berarti pengguna trayek itu digratiskan. Ya, pengguna trayek itu tetap dikenakan tarif sebesar Rp43 ribu baik jauh maupun dekat untuk satu kali jalan.
“Terkait dengan tarif sama dengan Peraturan Menteri Nomor 83 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Kawasan Strategis Nasional.
Kami mengusulkan ke Kementerian (Perhubungan) melalui Direktorat Angkutan Jalan Rp43 ribu dari Balikpapan ke IKN. Jauh maupun dekat,” ulasnya.
Adapun penjualan tiket nantinya akan dibuka di tempat pemberhentian. Selanjutnya, akan dibuka konter penjualan tiket di Pelabuhan Semayang, bandara, terminal dan di IKN. Termasuk bekerja sama dengan platform penjualan tiket.
Di tempat yang sama General Manager Perum Damri Cabang Samarinda Elpohan menambahkan angkutan Damri ini akan melintasi tol, sehingga jarak tempuh yang dilalui menjadi singkat dibanding menggunakan jalur umum. “Kami targetkan estimasi waktu sekitar lima jam Pulang Pergi (PP),” tambahnya. (*/wan)















