BALIKPAPAN – Diusianya yang tak lagi muda, PT Pegadaian masih terus eksis dalam menumbuhkembangkan perekonomian baik di daerah maupun Nasional.
Hal tersebut dibuktikan dalam perayaan HUT ke-121 PT Pegadaian dengan memperkenalkan program barunya. Dengan bersinergi terhadap dua entitas Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari BRI dan Permodalan Nasional Madani (PNM).
Pimpinan wilayah Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Eka Febriansyah menjelaskan, Usia yang cukup panjang dalam menghadapi gonjangan perekonomian. Khususnya dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Meski demikian, 2021 kemarin PT Pegadaian masih berkontribusi dengan baik dan cukup signifikan terhadap pertumbuhan laba Perusahaan dan negara.
Terkait tantangan bisnis yang dihadapi 2022 ini, dirinya menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan strategi. Salah satunya dengan Holding ultra mikro. Yang menjadikan pelayanan di Pegadaian semakin banyak.
Seperti yang dijelaskan Dirut Pegadaian secara virtual, bahwa tahun ini akan ada 1.000 titik co-location. Kelebihannya sendiri tentang program co-location ini untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan maksimal dari finansialnya. Misal, butuh perbankan disitu sudah ada BRI, butuh gadai ada Pegadaian dan butuh pembiayaan lainnya ada PNM. Biasanya menyasar ke komunitas kaum ibu-ibu.
“Jadi, satu outlet tapi semua ada. Seperti contoh KCP BRI Pandanwangi di Balikpapan Barat disitu ada Pegadaian dan PNM. Begitu juga di outlet lainnya nanti,” bebernya.
“Hebatnya lagi, mulai April ini Pegadaian sudah bisa menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” tambahnya.
Tahun ini pusat menargetkan 57 titik co-location di semester I. Kini sudah running 22 titik se-Kalimantan. Target ini pun dibagi menjadi empat segmen. Tidak wajib sekaligus.
“Alhamdulillah hingga Maret ini kami sudah merealisasikan 22 titik,” ucap Eka, Jumat (1/4/2022) disela perayaan HUT ke-121 Pegadaian.
Kata Eka, Terkait skema dan persyaratan program KUR ini pun hampir tidak jauh berbeda dengan KUR perbankan alias sama. Mulai dari pengklasifikasiannya, platform pinjamannya juga sama. Dengan target penyaluran KUR mulai April hingga Desember 2022 sebesar Rp 5,7 miliar untuk nasional. Sementara untuk target per daerah khususnya Kalimantan kebagian sebesar Rp 500 miliar.
Untuk outstanding 2021 Pegadaian Kalimantan sebesar Rp 4 triliun. Dari sisi omset sudah pasti meningkat tiga kali lipat dari outstanding kurang lebih Rp 12 triliunan.
“Apalagi Awal Tahun 2022 ini trend positif sudah mulai kelihatan baik. Artinya kondisi PPKM dan sebagainya di tahu ini sangat mempengaruhi perekonomian,” bebernya.
Jika semakin banyak titik co-location yang ada, dirinya yakin pertumbuhan omset ditahun ini akan semakin naik.
“Sampai Maret ini saja kami tumbuh 16 persen itu belum ditambah co-location ini. Akhir tahun ini target kami bisa naik jadi 22 persen,” pungkasnya
Dalam perayaan HUT tersebut juga dirangkai dengan penyerahan santunan kepada tiga Panti asuhan berupa, sembako, perlengkapan sekolah dan kebutuhan Panti asuhan yang dipusatkan di kantor wilayah Pegadaian Balikpapan.(*/wan)















