LINTASRAYA.COM BALIKPAPAN– Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi, menyoroti temuan seorang siswa SMA di Balikpapan yang diduga telah terpapar ideologi radikal dan bahkan mampu merakit bom secara mandiri.
Iwan menilai, kasus tersebut menjadi peringatan serius terhadap dampak negatif kemajuan teknologi dan kemudahan akses internet bagi generasi muda.
Menurutnya, internet di satu sisi bermanfaat sebagai sumber pembelajaran, namun di sisi lain dapat menjadi ancaman jika disalahgunakan.
“Kemajuan teknologi dan mudahnya mengakses internet saat ini memang mempermudah proses belajar. Tetapi jika tidak diimbangi dengan mental dan pemahaman yang baik, bisa berbahaya. Misalnya, ada yang belajar merakit bom dari internet, lalu disalahgunakan,” ujar Iwan Wahyudi, Selasa (14/10).
Iwan meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Balikpapan agar lebih peka terhadap potensi penyalahgunaan internet di kalangan pelajar.
Ia juga mendorong adanya patroli siber secara intensif terhadap kanal-kanal yang berpotensi menyebarkan paham radikal.
“Kami minta Kominfo melakukan pengawasan dan koordinasi dengan Polri serta Polresta Balikpapan, karena mereka punya tim siber. Jika ditemukan kanal atau akun yang berbahaya, segera dilakukan pemblokiran,” tegasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengungkapkan adanya seorang siswa SMA yang terindikasi terpapar radikalisme saat menghadiri peringatan Hari Aksara Indonesia di BSCC Dome beberapa waktu lalu.
Rahmad menyebut, media sosial menjadi salah satu pintu masuk penyebaran ideologi tersebut. Karena itu, ia mengimbau orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak di dunia maya maupun di lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, membenarkan kasus ini dan memastikan siswa tersebut sudah ditangani pihak terkait.
“Iya benar, ada satu orang pelajar. Tapi sekolahnya kami rahasiakan. Yang jelas anak itu sudah ditangani,” pungkasnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















