LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kecamatan Balikpapan Timur tengah memproses rencana pemekaran wilayah di Kelurahan Manggar.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan pemerataan pembangunan, mengingat jumlah penduduk Manggar yang kini mencapai lebih dari 52 ribu jiwa dinilai sudah tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan yang ada.
Camat Balikpapan Timur Mustamin menjelaskan, usulan pemekaran tersebut telah diajukan dan saat ini tengah dalam tahap kajian akademik.
“Pemekaran ini sudah kami ajukan, dan saat ini kajiannya sudah sampai di Universitas Gadjah Mada (UGM). Selanjutnya akan dibahas di tingkat Pemerintah Kota Balikpapan,” ungkapnya, Rabu (15/10/2025).
Menurut Mustamin, wilayah Manggar saat ini memiliki 52.386 jiwa dengan 17.386 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut bahkan setara dengan satu kecamatan, sehingga pelayanan masyarakat dinilai tidak lagi optimal jika hanya ditangani oleh satu kelurahan.
“Pelayanan masyarakat dari jam 08.00 sampai jam 14.00 sudah tidak bisa maksimal. Banyak warga mengeluhkan karena antrean panjang dan keterbatasan petugas. Untuk itu kami dorong agar proses pemekaran bisa dipercepat,” ujarnya.
Rencana pemekaran tersebut mencakup pembentukan dua kelurahan baru, yaitu Kelurahan Batakan dan Kelurahan Kampung Rel, yang akan dimekarkan dari wilayah Kelurahan Manggar.
Mustamin menilai, dampak positif dari pemekaran ini akan langsung dirasakan masyarakat, baik dari segi pemerataan penduduk maupun pembangunan. “Dengan adanya kelurahan baru, otomatis ada pemerataan pembangunan dan anggaran. Misalnya bantuan atau program yang sebelumnya dibagi ke satu wilayah, nanti bisa terbagi lebih adil ke beberapa kelurahan,” jelasnya.
Selain pemekaran, Pemerintah Kota Balikpapan juga telah merencanakan sejumlah pembangunan fasilitas publik di kawasan timur.
“Manggar Baru juga akan di bangun SMP Negeri 28, SDN 022 dan ke depan akan menyusul pembangunan puskesmas baru karena satu puskesmas saat ini tidak mampu menampung seluruh kebutuhan pelayanan masyarakat,” tambahnya.
Untuk tingkat pendidikan menengah, lanjut Mustamin, wilayah Balikpapan Timur masih memerlukan tambahan sekolah, karena saat ini baru terdapat SMK Negeri 5, SMA Negeri 7, dan SMA Tunas Bangsa yang melayani ribuan siswa.
Terkait lokasi kantor kelurahan baru, dirinya mengatakan pihaknya akan memanfaatkan aset daerah yang sudah ada agar tidak perlu dilakukan pembebasan lahan baru. “Nanti kita lihat aset-aset daerah yang bisa digunakan, jadi tidak perlu ganti rugi lahan. Prinsipnya kita siap mendukung percepatan pemekaran ini,” tegasnya.
Dengan adanya pemekaran ini, Pemerintah Kecamatan Balikpapan Timur berharap pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Kota Balikpapan.(*/san)















