LINTASRAYA.COM BALIKPAPAN — Anggota DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, mendorong agar gagasan warga Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, untuk mengembangkan wisata mangrove tidak hanya menjadi wacana, melainkan segera diwujudkan menjadi destinasi unggulan berbasis masyarakat dan lingkungan.
Hal itu disampaikan Oddang saat menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026, yang dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), serta para tokoh masyarakat setempat.
Menurutnya, aspirasi warga yang ingin memanfaatkan potensi alam sekitar untuk wisata edukatif dan ramah lingkungan merupakan langkah positif yang sejalan dengan visi pembangunan kota berkelanjutan.
“Inisiatif masyarakat seperti ini harus didukung. Mereka ingin membangun wisata mangrove bukan sekadar untuk hiburan, tapi juga menjaga ekosistem dan membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar,” ujar Syarifuddin Oddang, Senin (20/10/2025) malam.
Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memfasilitasi aspirasi masyarakat, terutama dari sisi regulasi, akses infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami di DPRD akan mengawal aspirasi ini agar benar-benar mendapatkan perhatian. Pembangunan wisata harus berbasis partisipasi masyarakat, karena mereka yang paling paham kondisi di lapangan,” tegasnya.
Oddang juga mendorong pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebagai motor utama pengelolaan kawasan. Ia menilai, keberadaan Pokdarwis akan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan destinasi yang berkelanjutan.
“Pokdarwis ini penting karena lahir dari masyarakat. Mereka bisa mengelola atraksi, seni budaya, hingga UMKM di sekitar destinasi. Jadi manfaat ekonominya langsung kembali ke warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut positif gagasan warga dan komitmen DPRD untuk mendorong pengembangan wisata mangrove di kawasan Graha Indah.
“Kami dari pemerintah sangat mendukung. Nantinya, pengembangan ini akan melibatkan berbagai OPD terkait — mulai dari tata ruang, aksesibilitas, hingga pemberdayaan masyarakat,” ujar Ratih.
Ratih menambahkan, potensi wisata mangrove di Balikpapan cukup besar dan dapat menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. “Kita bisa kembangkan wisata susur sungai, atraksi budaya, hingga UMKM lokal. Ini sejalan dengan konsep wisata berbasis kearifan lokal,” tambahnya.
Dengan sinergi antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat, Syarifuddin Oddang optimistis wisata mangrove Graha Indah dapat menjadi ikon baru Balikpapan Utara, yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penggerak ekonomi rakyat.
“Kalau ini dikelola serius dan melibatkan masyarakat, saya yakin Graha Indah bisa menjadi destinasi unggulan Balikpapan. Wisata yang tidak hanya indah, tapi juga bermanfaat,” tutupnya.(*/ADV/DPRDBalikpapan)















