LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar terus mengintensifkan upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas, melalui program skrining massal masyarakat usia di atas 15 tahun. Tahun ini, puskesmas menargetkan pemeriksaan bagi lebih dari 21.000 warga di wilayah kerja Manggar, Balikpapan Timur.
Pemegang program PTM Puskesmas Manggar, Kristyaning Melinda Trisnia, A.Md.Kep, menjelaskan bahwa pelaksanaan skrining dilakukan secara bertahap melalui posyandu, sekolah, hingga kegiatan masyarakat, dengan dukungan para kader kesehatan di tiap RT.
“Setiap wilayah punya target skrining masing-masing. Tahun ini target kami sekitar 21 ribu orang, dan sampai September capaian sudah 65 persen,” jelas Kristyaning saat ditemui usai kegiatan pelatihan kader kesehatan, Jumat (7/11/2025) di Aula kecamatan Balikpapan Timur.

Meski capaian cukup signifikan, ia mengakui masih ada kendala di lapangan, terutama terbatasnya jumlah tenaga kesehatan.
“Kita harus berbagi tugas. Ada yang melayani pasien, ada yang ke posyandu, ke sekolah, dan kegiatan masyarakat lain. Karena itu kami butuh bantuan kader untuk memperluas jangkauan,” ujarnya.
Melalui pelatihan kader, pihak puskesmas membekali peserta dengan kemampuan dasar pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, cek gula darah, berat dan tinggi badan, serta lingkar perut. Dengan begitu, kader dapat membantu mendeteksi dini faktor risiko PTM di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin kader bisa percaya diri. Mereka kami latih cara memeriksa dengan benar dan memberi edukasi. Jadi kalau ada warga yang bertanya atau khawatir, kader bisa langsung bantu menjelaskan,” tambahnya.
Menurut Kristyaning, pelatihan kali ini melibatkan 100 kader dari seluruh RT di wilayah Manggar, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 30 kader. Antusiasme peserta dinilai cukup tinggi.
“Sekarang kadernya lebih aktif, banyak yang berani praktik langsung. Ini penting karena mereka adalah perpanjangan tangan kami di masyarakat,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya edukasi gaya hidup sehat sejak dini. Dari hasil skrining yang dilakukan di sekolah-sekolah, bahkan anak usia SD sudah ditemukan dalam kondisi pradiabetes akibat pola konsumsi tinggi gula dan minuman manis.
“Kami temukan anak kelas 5 SD sudah pradiabetes. Bahkan ada anak usia 10 tahun yang terdiagnosa diabetes tipe 1. Ini akibat pola hidup yang tidak sehat sering minum minuman manis kemasan dan kurang aktivitas fisik,” jelasnya prihatin.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa penyakit tidak menular tidak muncul tiba-tiba, melainkan akibat gaya hidup yang tidak seimbang.
“Diabetes, hipertensi, atau stroke itu prosesnya bertahun-tahun. Jadi jangan tunggu sakit baru sadar. Cegah sejak sekarang dengan pola makan seimbang, cukup tidur, dan olahraga teratur,” pesan Kristyaning.
Selain melakukan skrining di posyandu dan sekolah, Puskesmas Manggar juga rutin memberikan penyuluhan kesehatan dan kampanye gaya hidup sehat di lingkungan warga. Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemkot Balikpapan untuk menekan angka kejadian penyakit tidak menular yang terus meningkat.
Kristyaning berharap masyarakat lebih sadar pentingnya pemeriksaan rutin sebagai bentuk investasi kesehatan jangka panjang.
“Kesehatan itu investasi. Jangan tunggu sakit baru periksa. Kalau ada kesempatan skrining gratis, manfaatkan. Karena kalau sudah sakit, biayanya jauh lebih mahal, dan produktivitas pun menurun,” tutupnya.(*/ADV/puskesmas Manggar)















