LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Diabetes merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Jika tidak dikontrol dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius yang membahayakan kesehatan dan kualitas hidup penderitanya.
Puskesmas Manggar menekankan pentingnya kepatuhan pengobatan, edukasi, dan pemantauan rutin untuk mencegah risiko tersebut.
Kristyaning Melinda Trisnia, Perawat sekaligus Pemegang Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Manggar, menjelaskan bahwa komplikasi diabetes yang paling berisiko meliputi stroke, gangguan fungsi ginjal, gangguan penglihatan, hingga koma atau kehilangan kesadaran.
“Jika diabetes tidak terkontrol, dampaknya bisa sangat serius. Stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan, bahkan koma dapat terjadi,” ujarnya, Sabtu 15 November 2025.
Namun, selain risiko kesehatan, Puskesmas Manggar juga menghadapi kendala besar dalam penanganan pasien di lapangan.
Salah satunya adalah persepsi masyarakat yang masih keliru terkait pengobatan. Beberapa pasien percaya bahwa minum obat diabetes setiap hari dapat merusak ginjal, sehingga memilih tidak rutin mengonsumsi obat.
Kondisi ini membuat pengendalian gula darah menjadi tidak optimal dan meningkatkan risiko komplikasi.
Untuk mengatasi kendala ini, Puskesmas Manggar terus melakukan edukasi intensif kepada masyarakat. Tenaga kesehatan memberikan penjelasan mengenai pentingnya kepatuhan minum obat, pola makan seimbang, dan olahraga teratur.
Melalui penyuluhan di puskesmas, posyandu, sekolah, serta media sosial seperti Instagram dan WhatsApp, masyarakat didorong untuk memahami bahwa pengelolaan diabetes adalah kombinasi antara pengobatan rutin dan gaya hidup sehat.
Selain edukasi, puskesmas juga mengadakan pemantauan rutin melalui pemeriksaan gula darah, evaluasi laboratorium, dan kontrol obat sebelum persediaan habis.
Program ini bertujuan memastikan pasien tetap berada dalam target pengendalian gula darah dan meminimalkan risiko komplikasi jangka panjang.
Melinda menekankan bahwa pencegahan komplikasi bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga pasien dan keluarga. Dengan kepatuhan minum obat, pengaturan pola makan, olahraga rutin, dan pemantauan berkala, risiko komplikasi serius dapat ditekan secara signifikan.
Melalui edukasi, pemantauan, dan pendekatan komunitas, Puskesmas Manggar menunjukkan bahwa diabetes dapat dikelola dengan efektif, sehingga pasien tetap produktif, sehat, dan terhindar dari komplikasi yang mengancam kehidupan.
Langkah-langkah ini menjadi bukti bahwa informasi yang tepat dan konsistensi dalam perawatan adalah kunci kesuksesan pengelolaan diabetes di masyarakat. (*/ADV/jan)















