LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penanganan HIV, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Manggar.
Tidak sedikit pasien yang merasa takut, malu, bahkan enggan memeriksakan diri karena khawatir mendapat perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitar.
Untuk mengatasi masalah ini, Puskesmas Manggar menerapkan berbagai langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga pada pendekatan sosial dan edukatif.
“Kami sudah melakukan beberapa langkah signifikan dalam menghadapi stigma,” ujar Nurminingsih, Pranata Laboratorium Penyelia dan Pemegang Program HIV Puskesmas Manggar, Selasa 18 November 2025.
Upaya tersebut mencakup perluasan layanan HIV seperti PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) serta mobile VCT, yang memungkinkan jangkauan layanan lebih luas dan mudah diakses.
Selain itu, puskesmas aktif melakukan edukasi dan skrining pada populasi rentan, termasuk di Rutan dan Lapas, tempat di mana pengetahuan tentang HIV sering kali masih rendah sementara risiko penularan relatif tinggi.
Puskesmas Manggar juga memperkuat program konselor sebaya, memastikan bahwa pasien dapat berbagi pengalaman dengan sesama ODHA yang telah lebih dahulu menjalani terapi dan mampu memberikan dukungan emosional.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun kepercayaan diri pasien dan mendorong mereka untuk tetap patuh menjalani pengobatan ARV.
Selain itu, kerahasiaan layanan menjadi prinsip utama. Petugas kesehatan memastikan seluruh proses pemeriksaan, hasil, hingga pendampingan pasien dijaga secara profesional agar mereka merasa aman dan terlindungi dari stigma maupun diskriminasi.
Puskesmas juga menjalin kolaborasi dengan LSM dan komunitas ODHA, sehingga dukungan kepada pasien menjadi lebih kuat, terstruktur, dan menyeluruh.
Sebagai penutup, Puskesmas Manggar menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar lebih terbuka dan berempati terhadap ODHA.
Sejumlah pesan yang selalu mereka tekankan dalam setiap edukasi antara lain ODHA adalah manusia, bukan label. Peluk dukungan, bukan stigma.
HIV dapat dikelola, diskriminasi tidak. Teman baik tidak bertanya bagaimana kamu sakit, tapi bagaimana bisa membantu. Dukung, jangan hakimi.
Melalui komitmen bersama ini, Puskesmas Manggar berharap lingkungan sosial dapat menjadi ruang aman bagi ODHA untuk hidup sehat, produktif, dan bermartabat tanpa rasa takut akan penolakan. (*/ADV/jan)















