LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar mencatat tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Oktober 2025.
Berdasarkan rekapitulasi internal, total kunjungan pasien ISPA di seluruh kelompok umur mencapai lebih dari 4.000 kasus.
Lonjakan terbesar tercatat pada kelompok usia produktif dan remaja. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa ISPA pada usia 19–59 tahun mendominasi dengan total 2.523 kasus (Laki-laki 917, Perempuan 1.606).
Disusul kelompok remaja usia 10–18 tahun dengan 1.606 kasus (L=689, P=917). Sementara itu, kelompok balita juga tetap menjadi perhatian, tercatat 747 kasus pada usia 1–5 tahun dan 406 kasus pada usia 5–9 tahun.
Kelompok lansia usia di atas 60 tahun melaporkan 307 kasus (L=146, P=161), sedangkan bayi di bawah satu tahun tercatat 227 kasus.
Menurut Dokter Umum Puskesmas Manggar, dr. Isabela Ariane, pola kenaikan ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti kondisi cuaca, peningkatan mobilitas, serta paparan polusi harian.
“ISPA masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditangani. Perubahan cuaca dan kualitas udara sangat memengaruhi,” ujarnya, Kamis 20 November 2025.
Menurutnya, Kecamatan Manggar masih menjadi wilayah padat mobilitas dengan aktivitas industri serta pemukiman.
Faktor tersebut menyebabkan kelompok usia dewasa dan remaja lebih rentan mengalami gejala ISPA.
Untuk menekan angka kasus hingga akhir tahun, Puskesmas Manggar meningkatkan layanan edukasi dan skrining dini, terutama bagi keluarga dengan balita dan lansia.
Petugas juga gencar melakukan penyuluhan “Kami mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Segera periksa bila batuk dan sesak napas tidak membaik,” jelasnya. (*/ADV/jan)















