LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Sepinggan terus meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan ibu hamil, terutama terkait gangguan kehamilan dan masalah gizi.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen layanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dalam mencegah risiko sejak dini. Hal tersebut disampaikan oleh Yati Iryani, AMd.Keb, selaku Penanggung Jawab Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Sepinggan.
Yati menjelaskan bahwa keluhan ibu hamil yang ditangani cukup beragam, mulai dari gangguan gizi, posisi janin, hingga kondisi serius seperti preeklampsia. Setiap temuan masalah segera mendapatkan penanganan lanjutan.
“Jika ditemukan masalah, ibu langsung kami berikan tindak lanjut atau rujukan sesuai kebutuhan,” jelas Yati, saat diwawancarai, Sabtu (22/11/2025).
Salah satu fokus pemantauan adalah kondisi Kurang Energi Kronis (KEK). Untuk kasus ini, Puskesmas Sepinggan mengaktifkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), bekerja sama dengan nutrisionis puskesmas.
“Begitu ada ibu dengan masalah gizi, kami langsung laporkan ke nutrisionis agar program PMT dapat diberikan,” ujar Yati.
Program ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil sehingga dapat mencegah gangguan pertumbuhan janin serta risiko komplikasi.
Yati menegaskan bahwa seluruh rangkaian pelayanan dilakukan untuk memastikan ibu hamil mendapat pemeriksaan sesuai standar dan potensi risiko dapat ditekan sejak dini.
“Yang penting adalah ibu mau memeriksakan diri lebih awal dan rutin. Kami siap melayani, baik yang berdomisili di wilayah kami maupun lintas kelurahan,” tutupnya.
Dengan penguatan pemantauan dan kolaborasi lintas program, Puskesmas Sepinggan berharap dapat terus meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi di wilayah kerjanya.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















