LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Gunung Bahagia terus meningkatkan kualitas layanan bagi pasien, termasuk pasien Tuberkulosis (TBC), melalui optimalisasi penggunaan Mobile JKN untuk mempercepat proses pendaftaran dan skrining. Hal ini disampaikan oleh Puji Rahayu, A.Md.Kep, Penanggung Jawab Program TBC Puskesmas Gunung Bahagia, saat ditemui di ruang pelayanan.
Menurut Puji, penggunaan Mobile JKN sangat membantu pasien karena proses pendaftaran bisa dilakukan dari rumah tanpa perlu antre di loket.
“Tujuan utamanya agar pasien tidak menunggu terlalu lama di puskesmas. Kalau daftar manual, bisa antre 1 sampai 1,5 jam hanya untuk mengambil nomor. Dengan Mobile JKN, pasien datang tinggal dilayani sesuai jadwal,” jelasnya, Rabu (26/11/2025).
Puji menegaskan bahwa seluruh pasien yang memiliki BPJS wajib melakukan skrining kesehatan setidaknya satu kali dalam setahun. Skrining tersebut meliputi pertanyaan seputar riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, hingga gejala batuk lama yang berhubungan dengan TBC.
“Ini wajib dan tidak bisa ditawar. Kalau tidak melakukan skrining, hasil anamnesis dan pemeriksaan seperti tensi tidak dapat disimpan di aplikasi. Semua peserta BPJS harus skrining,” ujarnya.
Skrining dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, di rumah, maupun langsung di puskesmas bagi pasien yang kesulitan mengakses aplikasi.
Puji menjelaskan bahwa jika dalam skrining terdeteksi gejala TBC, terutama batuk lama, pasien akan diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan termasuk tes dahak.
“Kalau hasil skrining menunjukkan ada batuk lama, harus ditindaklanjuti. Bila hasil pemeriksaan dahak positif, langsung kami urutkan untuk penanganan TBC. Kalau negatif, bisa ditangani dengan pengobatan lain sesuai gejala,” terangnya.
Penerapan Mobile JKN juga menjadi bagian dari strategi puskesmas untuk mengurangi kerumunan di area layanan kesehatan.
“Dengan daftar dari rumah, pasien tidak perlu berlama-lama di puskesmas. Ini membantu mengurangi kepadatan dan membuat alur layanan lebih tertib,” tambah Puji.
Puskesmas Gunung Bahagia juga membantu masyarakat yang ingin mengajukan perubahan fasilitas kesehatan tingkat pertama melalui Mobile JKN.
“Banyak pasien dari luar daerah ingin pindah ke sini. Prosesnya lewat Mobile JKN, dan kami bantu jika ada yang kesulitan,” kata Puji.
Ia menekankan bahwa edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan aplikasi sangat penting karena banyak pasien yang belum memahami kewajiban pengisian penilaian atau fitur-fitur Mobile JKN lainnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Puskesmas Gunung Bahagia berharap layanan kesehatan semakin efisien, termasuk dalam penemuan dan penanganan kasus TBC secara lebih cepat dan tepat.(*/ADV/puskesmas Gunung Bahagia)















